RSS Feed

Monday, July 6, 2009

Molekul Kiral Dari "Thalidomide" Sampai "L-DOPA"


APA itu kiral? Kata "kiral" berasal dari bahasa Yunani "cheir" yang artinya tangan. Coba bayangkan tangan kiri berada di depan cermin, tentu saja bayangannya adalah tangan kanan. Sekarang posisikan tangan kiri dan tangan kanan menghadap ke bawah atau ke arah lantai. Kemudian letakan tangan kiri di atas tangan kanan anda. Terlihat, tangan kanan tidak bisa diimpitkan dengan tangan kiri kita.

Hal yang sama juga berlaku bagi molekul-molekul organik tertentu. Pada gambar 1, dapat dilihat senyawa Alanine memiliki dua struktur yang berbeda. Sebutlah A dan B yang analog dengan tangan kiri dan tangan kanan kita. A dan B sering disebut sebagai stereoisomer (isomer ruang) atau isomer optis. Harus diingat, suatu molekul organik disebut molekul kiral jika terdapat minimal satu atom C yang mengikat empat gugus yang berlainan seperti senyawa Alanine pada gambar 1. Molekul-molekul kiral memiliki sifat yang sangat unik yaitu sifat optis. Artinya suatu molekul kiral memiliki kemampuan untuk memutar bidang cahaya terpolarisasi pada alat yang disebut polarimeter.

Sistem tata nama isomer optik diperkenalkan Chan-Ingold-Prelog yang menglasifikasikan atom C kiral sebagai R atau S. Sistem tata nama ini sering dinamakan konfigurasi mutlak/absolut. Contohnya (2R,3S)-2,3 dibromo pentana. Pada tulisan ini tidak akan dijelaskan aturan penamaan R dan S, tetapi para pembaca dapat membacanya di literatur organik tingkat kuliah. Dengan sistem tata nama ini diperkenalkan dua klasifikasi stereoisomer, yaitu enantiomer dan diastereoisomer. Definisi dari enantiomer dan diastereoisomer sedikit rumit tetapi akan dijelaskan secara sederhana.

  1. (2R,3S)-2,3 dibromo pentana dan (2S,3R)-2,3 dibromo pentana
  2. (2R,3S)-2,3 dibromo pentana dan (2R,3R)-2,3 dibromo pentana
Sekarang penjelasan berikut ini :
  1. Jika di antara sepasang stereoisomer tidak ada atom C kiral yang memiliki konfigurasi yang sama, maka stereoisomer tersebut adalah enantiomer. Seperti contoh pertama (2R,3S)-2,3 dibromo pentana dan (2S,3R)-2,3 dibromo pentana.
  2. Jika di antara sepasang stereoisomer terdapat minimal satu atom C kiral yang memiliki konfigurasi yang sama, maka stereoisomer tersebut adalah diastereoisomer. Seperti contoh kedua (2R,3S)-2,3 dibromo pentana dan (2R,3R)-2,3 dibromo pentana.

Sebagian masyarakat mungkin kurang memperhatikan sifat optis suatu senyawa organik, padahal reaksi kimia dalam sistem biologis makhluk hidup sangat stereospesifik. Artinya suatu stereoisomer akan menjalani reaksi yang berbeda dengan stereoisomer pasangannya dalam sistem biologis makhluk hidup. Bahkan terkadang suatu stereoisomer akan menghasilkan produk yang berbeda dengan stereoisomer pasangannya dalam sistem biologis makhluk hidup. Contohnya adalah:

  1. Obat Thalidomide
    Obat ini dipasarkan di Eropa sekira tahun 1959-1962 sebagai obat penenang. Obat ini memiliki dua enantiomer, di mana enantiomer yang berguna sebagai obat penenang adalah (R)-Thalidomide. Tetapi ibu hamil yang mengonsumsi enantiomernya yaitu (S)-Thalidomide justru mengalami masalah dengan pertumbuhan anggota tubuh janinnya. Sedikitnya terjadi 2000 kasus kelahiran bayi cacat pada tahun 1960-an. Hal ini merupakan tragedi besar yang tidak dapat dilupakan dalam sejarah obat-obat kiral.
  2. Nikotin
    (-)Nikotin dilaporkan lebih beracun dan berbahaya dibandingkan dengan (+)Nikotin. Tanda "+" menyatakan arah rotasi polarimeter sesuai arah jarum jam, sedangkan tanda "-" menyatakan arah rotasi polarimeter berlawanan arah jarum jam.
  3. Tiroksin
    Tiroksin adalah hormon yang dihasilkan kelenjar tiroid. (-) Tiroksin meregulasi metabolisme tubuh, sedangkan (+) Tiroksin tidak menghasilkan efek regulasi apa pun.

Melihat fakta di atas stereokimia (struktur ruang) suatu senyawa organik mutlak harus diperhitungkan dalam reaksi-reaksi biologis makhluk hidup. Sayangnya sulit sekali menghasilkan suatu enantiomer atau diastereoisomer murni. Bahkan 90 persen obat-obat sintetik yang mengandung senyawa kiral masih dipasarkan dalam kondisi rasemik sampai awal 1990-an.

Campuran rasemik artinya suatu campuran yang mengandung sepasang enantiomer dalam jumlah yang sama. Lalu bagaimana caranya memperoleh suatu enantiomer dengan enantiomeric excess (EE) yang tinggi? Enantiomeric excess artinya persentase suatu enantiomer yang berkonfigurasi R dikurangi persentase enantiomer pasangannya yang berkonfigurasi S dalam suatu campuran atau sebaliknya. Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, harus diingat dua prinsip dasar isomer optik yaitu:

  1. Sepasang enantiomer memiliki sifat-sifat fisika (titik didih, kelarutan, dan lain-lain) yang sama tetapi berbeda dalam arah rotasi polarimeter dan interaksi dengan zat kiral lainnya.
  2. Sepasang diastereoisomer memiliki sifat-sifat fisika dan sudut rotasi polarimeter yang berbeda satu sama lain. Bahkan sering dalam bereaksi mengambil cara yang berlainan. Artinya kita bisa memisahkan campuran dua diastereoisomer dengan cara-cara fisika (destilasi, kristalisasi, dan lain-lain). Akan tetapi tidak bisa memisahkan campuran dua enantiomer dengan cara-cara fisika, karena sepasang enantiomer memiliki properti fisika yang sama. Kesimpulannya, kita dapat dengan mudah memisahkan campuran dua diastereoisomer, tapi akan kesulitan memisahkan campuran dua enantiomer.

Lalu bagaimana memperoleh suatu enantiomer dengan ee yang tinggi? Louis Pasteur dikisahkan pernah memisahkan dua enantiomer Natrium Amoium Tartarat menggunakan pinset. Hal ini dapat terjadi karena dua enantiomer itu mengkristal secara terpisah. Cara ini sering disebut cara resolusi. Cara ini kurang efektif karena tidak semua enantiomer mengkristal secara terpisah.

Jadi resolusi tidak dapat dianggap sebagai teknik yang umum. Cara lain yang sering ditempuh para ahli kimia adalah rute biokimia dengan memakai enzim atau mikroorganisme untuk memproduksi enantiomer murni. Sebagai contoh (R)-Nikotina dapat diperoleh dengan cara menginkubasi campuran rasemik (R)-Nikotina dan (S)-Nikotina dalam wadah berisi bakteri Pseudomonas putida. Bakteri tersebut hanya akan mengoksidasi (S)-Nikotina, sedangkan (R)-Nikotina akan tersisa dalam wadah tersebut. Beberapa produk lain dari rute biokimia yaitu Monosodium L-Glutamat, L-Lysine dan L-Mentol. Sistem tata nama D dan L dinamakan konfigurasi relatif. Sistem ini sering dipergunakan dalam penamaan asam amino dan karbohidrat.

Sayangnya tidak semua enantiomer dapat diproduksi dengan ee yang tinggi melalui rute biokimia ini. Hal ini dikarenakan kespesifikan enzim dan mikroorganisme. Sebagai contoh bakteri Pseudomonas putida belum tentu dapat digunakan untuk memisahkan (+)-Mentol dengan (-)-Mentol.

Para ahli kimia organik seperti Ryoji Noyori dan William S. Knowles tidak kehilangan akal dalam menyelesaikan permasalahan ini. William S. Knowles berhasil mensintesis senyawa yang disebut (R,R)-DiPAMP (Gambar 2.). Ia menggunakan (R,R)-DiPAMP sebagai ligan untuk membentuk senyawa kompleks dengan logam Rh. Senyawa kompleks ini sangat bermanfaat dalam proses hidrogenasi asimetrik gugus enamida. Dengan senyawa kompleks ini, ia berhasil mensintesis L-DOPA yang sangat berguna dalam terapi penyakit Parkinson dengan kemurnian 95 persen ee.

Selain L-DOPA, senyawa kompleks ini juga sering dipergunakan untuk mensintesis asam? alfa-amino dengan ee yang tinggi, contoh L-Phenilalanin, L-Trytophan, L-Alanin, L-Lysin, dan lain-lain, kecuali asam aspartat karena memiliki dua gugus karboksilat yang berdekatan.

Di lain pihak, Ryoji Noyori menyintesis senyawa yang diberi nama BINAP (Gambar 3.). Ia mempergunakan BINAP sebagai salah satu ligan untuk membentuk senyawa kompleks dengan logam Ru. Senyawa kompleks ini sangat fleksibel, karena dapat digunakan untuk hidrogenasi asimetrik alkena, dan reduksi keton secara enantioselective. Sebenarnya proses reduksi keton secara enantioselective bukanlah hal baru, tetapi penggunaan logam transisi sebagai katalis untuk proses reduksi keton biasanya sulit dan tidak bersifat enantioselective. Enantioselective artinya suatu reaksi yang menghasilkan dua enantiomer, di mana salah satu enantiomer dihasilkan dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan enantiomer pasangannya.

Khusus untuk reduksi keton, Ryoji Noyori mensintesis (S)-BINAP/(S)-diamine Ru(II) catalyst. Dengan senyawa kompleks ini sudah banyak diproduksi obat-obat kiral dengan biaya produksi yang rendah dan kemurnian yang tinggi. Sebagai contoh L-DOPS, Levofloxacin, Neobenodine, Fosfomycin, Fluoxetine hydrochloride, Naproxen, dan lain-lain. Sebagai catatan L-DOPS adalah prekursor dari Norepinephrine. Norepinephrine adalah neurotransmitter untuk mengirim sinyal ke jantung dan pembuluh darah.

Kedua penemuan ini telah membuka cakrawala baru dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurut laporan, sampai tahun 2000, penjualan obat kiral dalam bentuk enantiomer murni di dunia telah mencapai 123 miliar dolar AS. Tidak tertutup kemungkinan terwujudnya penemuan-penemuan baru, bahkan mungkin saja bangsa Indonesia yang akan melakukan terobosan-terobosan baru tersebut. Ingat, kisah ini belum berakhir, karena ilmu pengetahuan tidak pernah mati. Akhir kata, maju terus ilmu pengetahuan Indonesia.***

Tuesday, June 30, 2009

Diaknosa Tangan

1. Masalah Kolon (Sembelit)

Penyakit bersumber dari masalah usus besar (kolon), dan sembelit merupakan masalah yang paling utama. Tanda-tanda di tangan pasien untuk masalah sembelit dan permasalahan kolon lainnya adalah sebagai berikut :

a) Garis-garis ruas jari-jari pada punggung tangan berwarna gelap, semakin gelap warnanya mengindikasikan semakin parah permasalahan sembelitnya.

b) Garis-garis yang ada pada telapak tangan dan ruas seluruh jari berwarna gelap, semakin gelap warnanya mengindikasikan semakin parah permasalahan sembelitnya.

c) Terdapat bayangan kehitaman secara keseluruhan dari telapak tangan, menandakan lebih kronik dari garis-garis berwarna gelap di ruas jari-jari.

d) Apabila jari telunjuk dan jari tengah direntangkan terasa sakit, maka mengindikasikan juga adanya masalah sembelit.

e) Permasalahan usus besar lainnya dapat dilihat pada keadaan ibu jari (jempol) yang bengkok

f) Jari telunjuk bengkok juga mengindikasikan adanya permasalahan pada usus besar.

Simptom dari sembelit adalah sebagai berikut :

a) Najis dikeluarkan melebihi 14 Jam ( > 14 Jam)

b) Najis keluar seperti odol (pasta gigi)

c) Buang Air Besar (BAB) sering (tiap hari) tapi tak cukup kadarnya.

d) Buang Air Besar (BAB) sering (tiap hari) tapi tak keluar habis.

e) Terjadi kekurangan air dalam badan (kurang air minum)

f) Selalu Mengantuk

g) Buang Air Besar selang satu hari atau bahkan selang dua hari

h) Buang Air Besar mencret, menandakan sembelit yang parah

Jika terjadi keadaan sembelit yang sangat parah, dapat ditherapy dengan mesin kolon hydrotherapy, dimana najis-najis yang menempel di usus / kolon akan dikeluarkan dengan bantuan mesin dan biasanya berwarna kehitaman seperti ter (aspal).

Sembelit adalah sebuah permasalahan (sumber penyakit), namun wujudnya berupa penyakit-penyakit degeneratif seperti kencing manis, darah tinggi, asam urat, dan sebagainya.

Cadangan produk-produk HPA yang digunakan untuk masalah sembelit, adalah :

a) Pelawas

b) Herba Tuju Angin

c) Spirulina

d) Teh Asiatica / Herba

e) Roselle

f) Mengkudu

g) Kopi Radix

2. Masalah Angin

Masalah angin tak bisa dipisahkan dengan masalah sembelit. Tanda-tanda di tangan pasien untuk masalah angin adalah terdapat bintik-bintik putih di telapak tangan berwarna kemerah-merahan. Ada dua kemungkinan, jika dasar telapak tangan berwarna merah maka bintik-bintik berwarna putih. Dan sebaliknya jika dasar telapak tangan berwarna putih maka bintik-bintik berwarna merah. Hal ini diakibatkan oleh gas yang berlebihan.

Simptom dari masalah angin adalah cepat marah / emosi; darah keluar lebih kental bila di bekam; suara tinggi dan pandangan tajam. Masalah angin ini terkait dengan masalah kolesterol.

Cadangan produk-produk HPA untuk masalah angin ini adalah :

a) Herba Tuju Angin

b) Radix / Paramaria Plus

c) Malac / Radix

d) Teh Asiatica / Herba

e) Omega 3

f) Kopi Radix + Madu + Habatussauda

3. Masalah Fikiran (Stress)

Alam fikiran menguasai 50% kesehatan pasien. Dalam keadaan tertekan (stress) yang berterusan tubuh akan mengeluarkan hormon steroid yang dapat melemahkan sistim imunity. Tanda-tanda di tangan pasien stress adalah terdapat urat-urat biru / hijau pergelangan tangan, telapak tangan dan disepanjang jari-jari serta sangat terlihat jelas di betis kaki.

Simptom dari stress adalah terlalu sedih, cepat marah / emosi; tidak nyenyak tidur dan terasa migrain. Masalah stress ini ada hubungannya dengan masalah jantung, paru-paru, dan kekurangan vitamin C. Cadangan produk-produk HPA untuk masalah stress adalah :

a) Roselle

b) Mengkudu

c) Madu Asli

d) Stoma – K

4. Masalah Jantung

Masalah jantung tidak identik dengan penyakit jantung. Masalah jantung maksudnya adalah terdapat gangguan–gangguan pada organ jantung. Berlakunya arteriklorosis (penyumbatan arteri) adalah dikarenakan terjadinya kondisi stress yang berkepanjangan. Tanda-tanda di tangan pasien yang mengalami gangguan jantung adalah sebagai berikut :

a) Jari kelingking yang bengkok mengindikasikan adanya permasalahan pada organ dalam jantung.

b) Jari Tengah yang bengkok mengindikasikan adanya permasalahan pada organ pembungkus jantung.

c) Tapak tangan berpeluh / berkeringat menandakan seseorang mengalami gangguan pada jantung, paru-paru, sesak nafas dan stress.

d) Kuku bergelombang juga mengindikasikan adanya permasalahan jantung.

Simptom dari masalah jantung adalah dada kiri terasa sakit, kebas pada jari-jari, nyeri seperti di tusuk, mudah terperanjat, berdebar-debar, tidak lelap/sukar tidur. Masalah ini ada hubungannya dengan masalah kolesterol atau tingginya kadar LDL (Low Density Lipoprotein) dalam tubuh.

Cadangan produk-produk HPA untuk masalah jantung adalah :

a) Omega 3 / Garlic

b) Teh Herba / Asiatica

c) Spirulina / Herba Tuju Angin

d) Roselle / DHeat

5. Masalah Kolesterol

Masalah kolesterol hampir menimpa kebanyakan penduduk yang tinggal di wilayah pesisir pantai, yang diakibatkan oleh pola diet/makan. Masalah kolesterol sangat terkait erat dengan masalah jantung dan kardiovaskular. Tanda-tanda di tangan pasien yang mengalami permasalahan kolesterol ini adalah sebagai berikut :

a) Ruas ujung jari-jari berwarna lebih merah / lebih gelap dari ruas jari di bawahnya. semakin gelap warnanya menandakan kadar kolesterol di tubuh makin tinggi.

b) Telapak tangan berwarna merah, terlihat bengkak dan terdapat urat berwarna biru.

Simptom dari masalah kolesterol adalah masalah emosi atau cepat marah. Masalah kolesterol terkait erat dengan masalah sembelit, masalah angin.

Cadangan produk-produk HPA untuk masalah kolesterol adalah :

a) Omega 3

b) Garlic

c) Mengkudu

d) Spirulina

e) Roselle

6. Masalah Alergi / Sinusitis

Masalah Alergi / Sinusitis hampir menimpa kebanyakan penduduk Asia. Masalah ini biasanya dikaitkan dengan masalah paru-paru (pernafasan) atau asma. Tanda-tanda di tangan pasien yang mengalami permasalahan ini adalah terdapat urat-urat berwarna biru / kehijau-hijauan pada perut telapak tangan di bagian bawah ibu jari. Ibu Jari bagian atas kempot, juga menandakan berlakunya masalah sinusitis.

Simptom dari masalah Alergi/Sinusitis adalah bersin-bersin, terutama di waktu pagi; rambut rontok, mata gatal, kaki pegal-pegal, cepat lelah, asma. Jika kondisi ini berkepanjangan maka akan menimbulkan masalah keputihan bagi perempuan, atau bawasir bagi laki-laki.

Cadangan produk-produk HPA untuk masalah Alergi / Sinusitis adalah :

a) Coscinium Plus

b) Madu Asli

c) Omega 3

d) Teh Herba / Teh Asiatica

e) Curcumin

f) Roselle


7. Masalah Inbalance Hormon (ketidakseimbangan Hormon)

Masalah inbalance hormon atau ketidak seimbangan hormon dapat menyebabkan berlakunya masalah berkurangnya keinginan seks (tapi tak identik dengan impotensi); masalah di rahim/peranakan. Masalah ini biasanya berlanjut pada masalah Tiroid, Ovarium, Prostat, Uterus, Fibroid (kista), Endrometris, dan Kanker Rahim.

Tanda-tanda di tangan pasien yang mengalami permasalahan inbalance hormon adalah :

a) Telapak tangan berwarna pucat merah, terdapat urat berwarna biru dan terlihat sangat mencolok.

b) Telapak tangan licin/kesat dan kulit telapak tangan kering.

c) Terdapat bulan sabit terbalik hanya di kuku ibu jari menandakan hormon dalam keadaan balance. Sebaliknya apabila bulan sabit terbalik tersebut ada disemua kuku, atau ada di kuku-kuku lain selain ibu jari, maka menandakan terdapat masalah in balance hormon.

d) Jari Kelingking kempot menandakan berkurangnya kemampuan seks.

e) Ibu jari bengkok menandakan masalah kesuburan yang rendah.

Simptom dari masalah in balance hormon adalah berkurangnya keinginan seks, perasaan rendah diri, kemurungan yang mendalam, bahkan depresi.

Cadangan produk-produk HPA untuk masalah in balance hormon adalah :

a) Senggugut / Paramaria Plus

b) Spirulina

c) Omega 3

d) Teh Herba / Asiatica

e) Fisalin B

f) Mahkota Dewa

8. Masalah Wanita (Rahim dan Uterus)

Masalah wanita yang banyak dialami adalah masalah rahim jatuh (prolapsus); keputihan; senggugut; fibroid; endrometrosis. Masalah wanita ini apabila berkepanjangan akan menyebabkan terjadinya kanker rahim. Beberapa kondisi yang menyebabkan seorang wanita mudah terserang kanker :

a) Datang darah haid pada usia dibawah 10 tahun

b) Berhenti darah haid pada usia di atas 50 tahun

c) Tidak melahirkan anak

d) Melahirkan anak pada usia 35 tahun terutama anak sulung

e) Tidak menyusui anak

f) Pernah menderita kanker jinak (kista / tumor)

g) Memiliki garis keturunan terserang kanker

h) Pengguna Pil Kesuburan (Hormon) ataupun KB.

Tanda-tanda di tangan pasien yang mengalami permasalahan wanita ini adalah :

a) Jari kelingking meruncing / menirus menandakan masalah rahim / peranakan.

b) Jari Kelingking bengkok bagian atasnya saja menandakan rahim jatuh (prolapsus); jika berkelanjutan akan mengarah pada permasalahan kista / tumor.

Simptom dari masalah wanita adalah keputihan, dilep, stress dalam jangka waktu lama, cepat lelah. Cadangan produk-produk HPA untuk masalah wanita adalah :

a) Paramaria Plus

b) Herba Tuju Angin

c) Radix

d) Omega 3

e) Teh Herba / Asiatica

f) Roselle / DHeat

g) Spirulina

h) Herba Senggugut dan Herba Keputihan

9. Masalah Buah Pinggang (Ginjal)

Masalah buah pinggang yang banyak dialami adalah masalah pegal-pegal di pinggang, kencing tak tuntas, menahan kencing, batu karang/ginjal, kencing tak keluar (edena), kencing darah, dan lain sebagainya. Masalah Ginjal ada kaitannya dengan masalah hati dan jantung. Perlu diketahui bahwa kondisi kerusakan ginjal tidak melebihi 25% belum memberikan kesan sakit pada pasien. Apabila seorang Ayah/Ibu telah mengalami masalah ginjal, maka berdasarkan penelitian di Malaysia sekitar 60% anak yang dilahirkan akan mewarisi masalah ginjal tersebut.

Tanda-tanda di tangan pasien yang mengalami permasalahan ginjal ini adalah :

a) Ruas pertama dari seluruh jari –jari terlihat buncit / bengkak air.

b) Ruas pertama jari telunjuk berkerut-kerut / keriput, menandakan kurang air atau sering menahan air kencing, biasanya juga terlihat kelopak mata berwarna hitam.

c) Terasa sakit di tiga jari (ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah)

d) Ujung-ujung jari relatif tidak meruncing menandakan seseorang mengalami masalah ginjal, untuk wanita biasanya letak rahim tidak pada tempatnya.

e) Mata kaki bengkak atau mata bergelambir menandakan ada masalah ginjal dan jantung.

f) Ruas ujung jari-jari bengkok ke dalam menandakan adanya masalah batu karang/ginjal dan gout/asam urat.

Simptom dari masalah ginjal adalah sakit di pinggang, obesitas, kebas ujung jari. Cadangan produk-produk HPA untuk masalah ginjal adalah :

a) Malac

b) Omega 3

c) Teh Herba / Asiatica

10. Masalah Lainnya

Selain tanda-tanda seperti yang diuraikan di atas, masih terdapat tanda-tanda lain yang bisa di lihat di telapak tangan, diantaranya adalah :

a) Apabila kuku bergelombang; strik (bergaris-2) dan telapak tangan keras / terdapat benjolan, ini menandakan keracunan / toksid heavy metal (logam berat).

b) Bawah mata dan telapak tangan terlihat pucat, banyak bintik-bintik putih dan urat berwarna biru tersebar merata menandakan seseorang mengalami masalah tekanan darah rendah atau anemia. Kondisi ini juga dapat di lihat jika kuku ditekan beberapa saat sampai berwarna putih, dan perlu waktu yang lama untuk kembali kekeadaan normal. Cadangan herba HPA yang digunakan untuk masalah darah rendah adalah Healt B, Spirulina, Teh Herba, Omega 3, Mengkudu.

c) Adanya garisan di tepi perut ibu jari, terlihat bergetar berwarna biru/hijau, ini menandakan adanya masalah tiroid atau masalah gastric/maag (angin dalam usus). Simptomnya adalah jika letih / lapar terasa sakit di ulu hati.

d) Mata minus atau pernah mengalami kecelakaan (accident), dapat dilihat juga pada ujung jari kelingking yang bengkok.

e) Tanda kadar gula yang tinggi dapat dilihat di punggung jari-jari pas di bawah kuku, semakin gelap warnanya maka semakin tinggi kadar gulanya.

f) Kuku berwarna agak kemerah-merahan (pink) menunjukan seseorang mudah bingung.

g) Kuku bergelombang menunjukan kelainan (gangguan) pada hati

h) Kuku bergaris menunjukan kelainan (gangguan pada ginjal)

11. Masalah Daya Tahan Tubuh (Sistim Imunity)

Dari keseluruhan tanda-tanda yang dijelaskan diatas, adalah baru sebatas indikasi adanya permasalahan pada organ yang bersangkutan. Permasalahan tersebut akan ujud pada pasien apabila sistim imunity tubuhnya dalam keadaan menurun/rendah. Tanda-tanda system imunity rendah adalah :

a) Ujung Jari manis terlihat bengkok mengindikasikan menurunnya sistim imunity. Selain itu juga terdapat masalah pada usus kecil dan usus 12 jari (masalah pencernaan). Ini ada kaitanya juga dengan masalah empedu, ulu hati dan maag.

b) Telapak tangan berwama hitam legam menandakan kondisi daya tahan tubuh lemah dan jelek.

c) Telapak tangan cekung atau berlopak (cukup dalam) menandakan sistim imunity yang rendah, juga menandakan adanya ganguan pada saraf dalaman. Jika diiringi rasa sakit di pundak / belikat, maka pada wanita ada kaitannya dengan rahim/peranakan. Jika pria ada kaitannya dengan tenaga hayat.

Contoh kasus berlakunya keadaan penyakit yang melibatkan keadaan telapak tangan cekung :

a) Pada pasien yang berusia lebih dari 40 tahun, jika memiliki telapak tangan yang cekung, ruas jari pertama buncit, adanya sembelit, warna telapak tangan kemerahan dan lembab, maka dapat dipastikan pasien tersebut telah mengidap kencing manis (diabetes).

b) Pada pasien wanita dewasa, yang memiliki telapak tangan yang cekung, dan juga mengalami gangguan pada hormon tiroid, telapak tangan kepucat-pucatan/kebiru-biruan, masalah angin yang kronik, masalah alergi maka dapat dipastikan pasien ini telah mengidap penyakit keputihan, fibroid dan endrometriosis.

c) Ujung jari tengah bengkok, terdapat bintik­-bintik putih, telapak tangan licin, gemuk dan berkeringat, menandakan seseorang mengidap stroke / koleps.

D. PENUTUP

Untuk mendapatkan ketrampilan (skill) dalam menganalisis penyakit melalui telapak tangan diperlukan banyak mempraktekannya pada pasien. Disamping itu belajar pada si pasien sangat membantu dalam meningkatkan ketrampilan ini, yaitu melalui counter cek pertanyaan kepada si pasien. Walallahu ‘alam.

Sunday, June 21, 2009

Larutan Penyangga (buffer)

Larutan Penyangga (buffer) adalah Larutan yang terbuat dari :
a. Campuran asam lemah dengan garam (basa konjugat) dari asam lemah tersebut.
Contoh:
1. CH3COOH dengan CH3COONa
2. H3PO4 dengan NaH2PO4

b. Campuran basa lemah dengan garam (asam konjugat) dari basa lemah tersebut.
Contoh:
NH4OH dengan NH4Cl

c. Reaksi asam kuat dengan basa lemah berlebihan..
Contoh:
HCl (aq) + NH4OH (aq), berlebih

d. Reaksi basa Kuat dengan asam lemah berlebihan.
Contoh:
KOH (aq) + HCN (aq), berlebih

Sifat larutan buffer:
a. pH larutan tidak berubah jika diencerkan.
b. pH larutan tidak berubah jika ditambahkan ke dalamnya sedikit asam atau basa.


CARA MENGHITUNG pH LARUTAN BUFFER

1. Untuk larutan buffer yang terdiri atas campuran asam lemah dengan garamnya (basa konjugat) (larutannya akan selalu mempunyai pH < 7) digunakan rumus:

[H + ] = Ka. Ma/Mg

• Jadi Rumus : pH = pKa + log Mg/Ma
Dimana :
Ma = konsentrasi asam lemah
Mg = konsentrasi garam (basa konjugasi)
Ka = tetapan ionisasi asam lemah

Contoh :
Hitunglah pH larutan yang terdiri atas campuran 0.01 mol asam asetat dengan 0.1 mol natrium Asetat dalam 1 1iter larutan
Ka bagi asam asetat = 10 -5
• Jawab :
Ma = 0.01 mol/liter = 10 -2 M
Mg = 0.10 mol/liter = 10 -1 M

• Jadi pH = pKa + log Mg/Ma = -log 10 - 5 + log 10 -1 / 10 -2 = 5 – 1 + 2 = 6
2. Untuk larutan buffer yang terdiri atas campuran basa lemah dengan garamnya (asam konjugat) (larutannya akan selalu mempunyai pH > 7), digunakan rumus:

[OH - ] = Kb . Mb/Mg

• Rumus : pOH = pKb + log Mg/Mb
Dimana :
Mb = konsentrasi basa lemah
Mg = konsentrasi garam (asam konjugasi)
Kb = tetapan ionisasi basa lemah
Kemudian dipakai rumus : pH = pKw - pOH
Contoh :
Hitunglah pH campuran 1 liter larutan yang terdiri atas 0.2 mol NH4OH dengan 0.1 mol HCl (Kb.NH4OH = 10 -5)
Jawab :
NH4OH(aq) + HCl(aq) → NH4Cl(aq) + H2O(l)
• mol NH4OH yang bereaksi = mol HCl yang tersedia = 0.1 mol
mol NH4OH sisa = 0.2 - 0.1 = 0.1 mol
mol NH4Cl yang terbentuk = mol NH40H yang bereaksi = 0.1 mol

• Sistematika Reaksi :
NH4OH (aq) + HCl (aq) → NH4Cl (aq) + H2O (l)
Mula 2 : 0,2 mol 0,1 mol
Reaksi : 0,1 mol 0,1 mol .
Akhir : NH4OH : 0,1 mol HCl : 0 mol NH4Cl : 0,1 mol
• Karena basa lemahnya bersisa dan terbentuk garam (NH4Cl) atau asam konjugat (NH4+) maka campurannya akan membentuk Larutan Buffer Basa.
• Mb (sisa) = 0.1 mol/liter = 10 -1 M
Mg (yang terbentuk) = 0.1 mol/liter = 10 -1 M

pOH = pKb + log Mg/Mb = -log 10 -5 + log 10 -1/10 -1 = 5 + log 1 = 5
Jadi pH = 14 - pOH = 14 - 5 = 9


Tugas : pH Larutan Penyangga (Buffer)

1. Hitunglah pH larutan jika dicampur 50 cm3 CH3COOH 0,2 M dengan 100 cm 3 CH3COOK 0,01 M. Ka.CH3COOH = 1,8. 10 -5 .
2. Jika 100 cm 3 0,4 M NH3 dicampur dengan 50 cm 3 larutan HCl 0,1 M , Hitung pH larutan jika Kb.NH3 = 1,7. 10 -5 .
3. Berapa pH larutan jika 0,2 gram NaOH dimasukkan ke dalam 200 cm 3 asam asetat 0,4 M ? Ka.CH3COOH = 1,75. 10 -5. Ar.Na = 23 ; 0 = 16 ; H = 1 .
4. Asam Format ( HCOOH) sebanyak 1,84 gram dimasukkan ke dalam air hingga volume 100 cm 3 . Agar pH larutan menjadi 3 , berapa gram Na-Format (HCOONa) yang harus ditambahkan ? Ka.HCOOH = 1,8. 10 -5. Ar.H = 1 ; C = 12 ; 0 = 16 ; Na = 23.
5. Hitung jumlah mol Na-Asetat yang harus ditambahkan pada larutan 0,1 M Na-Asetat agar pH larutan menjadi 6. Ka.CH3COOH = 10 -5.

Friday, June 19, 2009

Derajat ph

Untuk menentukan derajat keasaman suatu larutan dipakai pengertian pH.
• pH dapat dihitung dari kadar konsentrasi ion H + dalam larutan.
• Oleh Sorensen untuk menghitung pH dipakai rumus : pX = - log X, analog dengan rumusan ini maka :

pH = - log [H+]

• Dalam penelitian air murni (25oC): [H+] = [OH - ] = 10 -7 mol/L
pH = - log [H+] = - log 10 -7 = 7
pOH = - log [OH-] = - log 10 -7 = 7

Harga Tetapan Air, Kw = [H+] [OH - ] = 10 -14 , sehingga :
pKw = - log Kw = - log 10 -14 = 14

Air Murni bersifat Netral, pH = 7 dan harga tetapan air (25oC), Kw = 10 -14

Berdasar penelitian air murni tersebut, dipakai sebagai pedoman :

Apabila harga nilai pH = pOH = 7, maka larutan bersifat netral
Apabila harga nilai pH < 7, maka larutan bersifat asam
Apabila harga nilai pH > 7, maka larutan bersifat basa

Pada suhu ruang : pKw = pH + pOH = 14


MENGHITUNG pH LARUTAN ASAM

1. pH Larutan Asam Kuat

Asam kuat mempunyai harga derajad ionisasi α = 1, maka untuk menentukan nilai pH larutannya dapat dihitung langsung dari konsentrasi asam dan dengan memperhatikan valensi asamnya. Untuk mengitung konsentrasi ion [H +] dipakai rumus :

[H +] = n x Ma

Dimana :
Ma = Molaritas Asam Kuat ( [Asam] }
n = Valensi asam (jumlah H dalam rumus kimia asam)

Contoh:
1. Hitunglah pH dari 200 ml larutan 0.01 M HNO3
Jawab:
HNO3 (aq) → H + (aq) + NO3- (aq)
[H +] = 1 x [HNO3] = 0.01 = 10 -2 M
Jadi pH = -log [H +] = - log 10 -2 = 2

2. Hitunglah pH dari 2 liter larutan 0.001 mol asam sulfat (H2SO4)
Jawab:
H2SO4 (aq) → 2 H + (aq) + SO4 2- (aq)
[H+] = 2 x [H2SO4] = 2 x [0.001 mol/2.0 liter] = 2 x 0.0005 = 10 -3 M
Jadi pH = - log [H +] = - log 10 -3 = 3

2. pH Larutan Asam Lemah
Asam lemah mempunyai harga derajat ionisasinya α ≠ 1, yaitu (0 < α < 1) maka besarnya konsentrasi ion H+ tidak dapat dinyatakan secara langsung dari konsentrasi asamnya (seperti halnya asam kuat). Langkah awal yang harus dilakukan adalah menghitung besarnya [H+] dengan rumus :

[H+] = √ ( Ma . Ka) atau [H+] = Ma x α

Dimana :
Ma = Molaritas asam lemah
Ka = Tetapan ionisasi asam lemah
α = Derajad ionisasi asam lemah

Contoh:
1. Hitunglah pH dari 0.025 mol CH3COOH dalam 250 ml larutannya, jika diketahui Ka = 10 -5
• Jawab: Ma = 0.025 mol/0.025 liter = 0.1 M = 10 -1 M
CH3COOH (aq) ↔ H+(aq) + CH3COO - (aq)
• [H+] = √ (Ma . Ka) = √10 -1 . 10 -5 = 10 -3 M
Jadi pH = -log [H+] = -log 10 -3 = 3


Sumber belajar :
1. Buku Kimia SMA Kelas 2 penerbit dari : Erlangga; Rosda; Tiga serangkai; Paket Dikbud, dll.
2. Web.Kimia Wikipedia; Media Pendidikan Dinas Pendidikan Nasional/Pustekom/Dikmenum, dll.

3 komentar:

TRAH EKD mengatakan...

Beberapa rumus kimia angka indeks (subcript) perlu diperbaiki.

adi mengatakan...

tolong jelaskan tentang keasaman larutan yang dipengaruhi oleh konsntrasi h+ nya

Djoko Sri mengatakan...

Untuk mas Adi, pengaruh konsentrasi ion H+ terhadap keasaman larutan yaitu bahwa semakin besar konsentrasi H+ dalam larutan menyebabkan sifat larutan semakin asam, & sebaliknya jika semakin kecil konsentrasi H+ dalam larutan menyebabkan sifat larutan semakin basa.

Wednesday, June 17, 2009

pH Larutan Basa

1.pH Larutan Basa Kuat

• Untuk menentukan pH larutan basa kuat ( α = 1), maka terlebih dahulu dihitung nilai pOH larutan dari konsentrasi basa. Untuk menentukan konsentrasi ion OH dipakai rumus yaitu :

[OH ] = n x Mb

Dimana : Mb = Molaritas Basa Kuat ( [Basa] )
n = Valensi Basa Kuat (jumlah OH dalam rumus kimia basa)

pOH = - log [OH ]

Maka : pH = pKw – pOH
= 14 – pOH

Contoh:
a. Hitunglah pH dari 100 ml larutan KOH 0.1 M

b. Hitunglah pH dari 500 ml larutan Ca(OH)2 0.01 M

Jawab:
a. KOH(aq) → K+ (aq) + OH (aq)

[OH ] = 1 x [KOH] = 0.1 = 10 –1 M
pOH = - log [OH ] = - log 10 –1 = 1
Jadi pH = 14 - pOH = 14 - 1 = 13

b. Ba(OH)2 (aq) → Ba 2+(aq) + 2 OH (aq)
[OH ] = 2 x [Ba(OH)2] = 2 x 0.01 = 2.10 –2 M
pOH = - log [OH] = - log 2.10 –2 = 2 - log 2
Jadi pH = 14 - pOH = 14 - (2 - log 2) = 12 + log 2

2.pH Larutan Basa Lemah
• Basa lemah mempunyai harga derajat ionisasinya α ≠ 1, sehingga untuk menentukan konsentrasi ion OH digunakan rumus:

[OH ] = √ (Mb . Kb) atau [OH ] = Mb x α

• Dimana : Mb = konsentrasi Molar basa lemah
Kb = tetapan ionisasi basa lemah.
α = derajat ionisasi basa lemah

Contoh:
Hitunglah pH dari 100 ml 0.001 M larutan NH4OH, jika diketahui tetapan ionisasi basa, Kb = 10 –5
Jawab:
NH4OH (aq) ↔ OH (aq) + NH4 + (aq)
• [OH ] = √ (Mb . Kb) = √10 –3 . 10 –5 = 10 –4 M
pOH = - log [OH ] = - log 10 –4 = 4
Jadi pH = 14 - pOH = 14 - 4 = 10

Tugas 1 : pH Asam Basa

Pada suhu ruang Hitunglah pH larutan berikut :
1. Jika 0,98 gram Asam Sulfat terlarut dalam 2 liter larutannya.
(diketahui : Ar.H = 1; S = 32; O = 16)
2. Jika 0,04 gram Natrium Hidroksida terlarut 1 liter larutannya.
(diketahui : Ar.Na = 23; O = 16; H = 1)
3. Jika 0,27 gram Asam Sianida terlarut dalam satu liter larutannya.
Diketahui Tetapan kesetimbangan asam, Ka = 10 –8 dan Ar.H = 1; C = 12; N = 14.
4. Jika 70 milligram Ammonium Hidroksida terlarut dalam 200 cm 3 larutannya.
Diketahui tetapan kesetimbangan basa, Kb = 10 –5 dan Ar.N = 14; H = 1; O = 16.

Sunday, June 14, 2009

Dari diare menjadi infeksi kandug kencing

Dari diare menjadi infeksi kandung kencing
Seorang teman menceritakan bahwa isterinya pergi ke dokter spesialis penyakit dalam dan memperoleh obat Fosfomycin untuk infeksi kandung kencing dan obat itu ternyata resisten terhadap kuman yang ditemukannya (E. Coli). Cerita lengkapnya ialah:

Dua minggu yg lalu isterinya menderita diare sekitar lebih dari 10 kali sehari untuk seminggu lebih. Diare di Indonesia merupakan penyakit yang sangat frekuen, disebabkan karena flu atau virus lain, serta cabe berlebihan..Setelah saya anjurkan pengobatan dengan Oralit, yang harus diminum sedikit demi sedikit, tapi terus diminum dan tidak minum cairan lain, maka setelah beberapa hari diare berhenti. Larangan makan lainnya ialah: tidak boleh makan pedas sedikit pun untuk 2 hari, dan tidak minum susu, makan sayuran dan buah berlebih, juga merica.

Setelah diare akhirnya berhenti, maka terjadi sakit kencing, yang ternyata diperiksakan laboratorium mengandung sel darah putih lebih dari 200 per lapangan mikroskop. Ini merupakan infeksi ringan, namun juga dilakukan kultur dan ternyata ditemukan E. Coli yang resisten terhadap obat terpilih (ciprofloksacin). Ingat, bahwa resistensi terhadap ciprofloksasin memang sudah banyak terjadi. Dokter yang memeriksa mengubah obatnya menjadi Fosfomycin, yang mestinya hanya dipakai sebagai profilactik untuk tindakan di uretra. Obat ini tidak efektif untuk mengobati infeksi kandung kencing, dan semestinya tidak perlu dipasarkan di Indonesia - karena pasti akan disalah-pakai, seperti dalam kasus ini.

Apa yang telah terjadi? Pertama pengobatan diare di Indonesia diare seperti in, nomer satu disebabkan oleh cabe/pedas. Bila segala cabe dan bahan yang cenderung memperpanjang diare (lihat atas) dihentikan, maka diare ini 90% akan berhenti sendiri. Bila tidak, cara memakai Oralit harus terus menerus sampai diare berhenti, maka perlu dipertimbangkan apakah ada unsur infeksi usus, yang biasanya ditandai oleh bau busuk. Bila tidak, maka hanya Oralit (terus menerus) akan sudah cukup.
Hal kedua: bila kehilangan banyak cairan, maka hal ini perlu dibarengi dengan minum jumlah yang cukup – 2.5 liter caitan (oralit dan air). Bila tidak, maka pada wanita terutama akan terjadi komplikasi infeksi kandung kencing. Ini dapat dihindarkan , bila ‘cebok’ harus dari depan ke belakang, jangan terbalik, karena akan cenderung membawa kuman E.Coli ke dalam jalan kencing (wanita). Ini masih dapat teratasi bila pasien minum banyak, untuk menggontor air seni, sehingga kuman yang jumlahnya sedikit akan tersapu keluar. Tindakan ini sangat efektif. Namun karena malas minum, maka kuman sedikit berkembang biak menjadi banyak, jumlah kuman + 200 tadi ialah sepele.
Ke tiga: bila salah mengambil antibiotik – yang harus dibarengi dengan minum banyak --, maka E.Coli tidak mempan, apalagi bila diberi Fosfomycin, dan terciptalah kuman resisten terhadap banyak antibiotik yang bisa menimbulkan infeksi kronis atau komplikasi yang lebih parah. Hal ini akan ditandai oleh demam dan jumlah kuman yang banyaknya tak terhingga dalam urine, berarti, infeksi telah menjalar ke atas, mungkin ke ginjal., Jika terjadi infeksi kandung kencing berulang,.tindakan sederhana dengan minum banyak biasanya cukup,

Mau?

afferinte.com

MERAIH RUPIAH KLIK INI

Join in Here