RSS Feed

Monday, June 1, 2009

DASAR – DASAR UMUM FARMAKOLOGI

DASAR – DASAR UMUM FARMAKOLOGI

Farmakologi atau ilmu khasiat obat adalah ilmu yang mempelajari pengetahuan obat dengan seluruh aspeknya, baik sifat kimiawi maupun fisikanya, kegiatan fisiologi, resorbsi, dan nasibnya dalam organism hidup. Dan untuk menyelidiki semua interaksi antara obat dan tubuh manusia khususnya. Serta penggunaannya pada pengobatan penyakit disebut Farmakologi klinis. Ilmu khasiat obat ini mencangkup beberapa bagian yaitu:

  1. Farmakognosi

Mempelajari pengetahuan dan pengenalan obat yang berasal dari tanaman dan zat-zat aktifnya, begitu pula dari mineral dan hewan.

  1. Biofarmasi ( farmaceutical dan biological availability)

Meneliti pengaruh formulasi obat terhadap efekterapeutiknya. Dengan kata lain dalam membentuk sediaan apa harus dibuat agar menghasilkan efek yang optimal.

  1. Farmakokinetika

Meneliti perjalanan obat mulai saat memberinya bagimana absorsinya dari usus, transport dalam darah dan distribusinya ketempat kerjanya dan jaringan lain.

  1. Farmakodinamika

Mempeljari kegiatan obat tehadap organism hidup terutama cara dan mekanisme kerjanya.

  1. Toksikologi

Pengetahuan efek racun dari obat terhadap tubuh dan termasuk pula dalam kelompok farmakodinamika.

  1. Farmakoterapi

Mempelajari penggunaan obat untuk mengobati penyakit atas gejalanya.

  1. Farmakogenamik

Ilmu yang mempelajari fariasi pada manusia.

Untuk Lebih Lengkapnya Download Dasar-Dasar Farmakologi ppt

Friday, May 29, 2009

PENGANTAR FARMAKOLOGI KEPERAWATAN

PENGANTAR FARMAKOLOGI KEPERAWATAN

  1. PENDAHULUAN

  • Farmasi : ilmu yang mempelajari cara membuat,memformulasikan, menyimpan dan menyediakan obat.
  • Farmakologi Klinik: cab.farmakologi yg mempelajari efek obat pada manusia.
  • Farmakokinetik: aspek farmakologi yg mencakup nasib obat dalam tubuh yaitu ADME (absorbsi,distribusi,metabolisme,dan ekskresinya)
  • Dalam arti luas obat ialah setiap zat kimia yg dpt mempengaruhi proses hidup.
  • Farmakologi : ilmu yg sangat luas cakupannya,utk dokter ilmu ini dibatasi tujuannya yaitu agar dapat menggunakan obat utk maksud pencegahan,diagnosis,dan pengobatan penyakit.
  • Farmakologi dahulu mencakup pengetahuan ttg sejarah,sumber,sifat kimia dan fisik,komposisi,efek fisiologi dan biokimia ,mekanisme kerja,absorbsi,distribusi,biotransformasi,ekskresi dan penggunaan obat.
  • Farmakodinamik : mempelajari efek obat terhadap fisiologi dan biokimia berbagai organ tubuh serta mekanisme kerjanya
  • Farmakoterapi : cabang ilmu yang berhub-an dengan penggunaan obat dalam pencegahan dan pengobatan penyakit.
  1. PERAN DOKTER

Dokter bertanggungjawab atas diagnosis dan terapi

  1. PERAN APOTEKER

Apoteker di RS (Farmasi Klinik) berkompetensi memberikan asuhan kefarmasian,akuntabilitas praktek farmasi,manajemen farmasi,komunikasi farmasi,pendidikan dan pelatihan farmasi,penelitian dan pengembangan kefarmasian

  1. PENGGUNAAN OBAT DI RUMAH SAKIT

  2. PERAN PERAWAT

Perawat adalah mata terakhir dalam proses pemberian obat kepada pasien.

Prinsip lima benar:

  1. Pasien yang benar
  2. Obat yang benar
  3. Dosis yang benar
  4. Cara/rute pemberian yang benar
  5. Waktu yang benar
  6. keenam pencatatan

Untuk lebih lengkap silakan Download Pengantar farmakalogi Keperawatan ppt


BAHAYA PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA

BAHAYA PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA IRASIONAL PADA ANAK
Sebenarnya pemberian antibiotika secara benar dan sesuai indikasi memang harus diberikan. Meskipun terdapat pertimbangan bahaya efek samping dan mahalnya biaya. Tetapi menjadi masalah yang mengkawatirkan, bila penggunaannnya irasional atau berlebihan. Banyak kerugian yang terjadi bila pemberian antibiotika berlebihan tersebut tidak dikendalikan secara cepat dan tuntas. Kerugian yang dihadapi adalah meningkatnya resistensi terhadap bakteri. Belum lagi perilaku tersebut berpotensi untuk meningkatkan biaya berobat. Harga obat antibiotika sangat mahal dan merupakan bagian terbesar dari biaya pengobatan.
Efek samping yang sering terjadi pada penggunaan antibiotika adalah gangguan beberapa organ tubuh. Apalagi bila diberikan kepada bayi dan anak-anak, karena sistem tubuh dan fungsi organ pada bayi dan anak-anak masih belum tumbuh sempurna. Apalagi anak beresiko paling sering mendapatkan antibiotika, karena lebih sering sakit akibat daya tahan tubuh lebih rentan. Bila dalam setahun anak mengalami 9 kali sakit, maka 9 kali 7 hari atau 64 hari anak mendapatkan antibiotika. Gangguan organ tubuh yang bisa terjadi adalah gangguan saluran cerna, gangguan ginjal, gangguan fungsi hati, gangguan sumsum tulang, gangguan darah dan sebagainya. Gangguan saluran cerna dapat berupa diare, mual, muntah dan nyeri perut. Beberapa antibiotika dapat mengganggu sumsum tulang, salah satunya kloramfenikol. Bila sumsum tulang terganggu maka terjadi gangguan pembentukan sel darah merah menjadikan kurang darah atau anemia. Antibiotika dapat mengganggun fungsi hati. Obat tuberkulosis seperti INH, rifampisin dan PZA (pirazinamid) yang paling sering menimbulkan efek ini. Golongan antibiotika yang bisa menimbulkan gangguan fungsi ginjal adalah aminoglikosida (garamycine, gentamycin), Imipenem, Meropenem dan Ciprofloxacin. Akibat lainnya adalah reaksi alergi karena obat. Gangguan tersebut mulai dari yang ringan seperti ruam, gatal sampai dengan yang berat seperti pembengkakan vivir atau kelopak mata, sesak, hingga dapat mengancam jiwa (reaksi anafilaksis). Antibiotika juga dapat menimbulkan demam seperti golongan cotrimoksazol (bactrim, septrim), sefalsporin dan eritromisin.
Akibat lainnya adalah reaksi alergi karena obat. Gangguan tersebut mulai dari yang ringan seperti ruam, gatal sampai dengan yang berat seperti pembengkakan bibir atau kelopak mata, sesak, hingga dapat mengancam jiwa (reaksi anafilaksis).
Pemakaian antibiotika berlebihan atau irasional juga dapat membunuh kuman yang baik dan berguna yang ada didalam tubuh kita. Sehingga tempat yang semula ditempati oleh bakteri baik ini akan diisi oleh bakteri jahat atau oleh jamur atau disebut "superinfection". Pemberian antibiotika yang berlebihan akan menyebabkan bakteri-bakteri yang tidak terbunuh mengalami mutasi dan menjadi kuman yang resisten atau disebut “superbugs”.
Jenis bakteri yang awalnya dapat diobati dengan mudah dengan Antibiotika yang ringan. Apabila antibiotikanya digunakan dengan irasional, maka bakteri tersebut mutasi dan menjadi kebal, sehingga memerlukan jenis antibiotika yang lebih kuat. Bila bakteri ini menyebar ke lingkungan sekitar, maka suatu saat akan tercipta kondisi dimana tidak ada lagi jenis antibiotika yang dapat membunuh bakteri yang terus menerus bermutasi ini. Hal ini akan membuat kita kembali ke zaman sebelum antibiotika ditemukan. Pada zaman tersebut infeksi yang diakibatkan oleh bakteri tidak dapat diobati sehingga angka kematian akan drastis melonjak naik. Hal lain yang mungkin terjadi nantinya kebutuhan pemberian antibiotika dengan generasi lebih berat, dan menjadikan biaya pengobatan semakin meningkat karena semakin harganya mahal.

BAHAYA PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA

BAHAYA PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA IRASIONAL PADA ANAK
Sebenarnya pemberian antibiotika secara benar dan sesuai indikasi memang harus diberikan. Meskipun terdapat pertimbangan bahaya efek samping dan mahalnya biaya. Tetapi menjadi masalah yang mengkawatirkan, bila penggunaannnya irasional atau berlebihan. Banyak kerugian yang terjadi bila pemberian antibiotika berlebihan tersebut tidak dikendalikan secara cepat dan tuntas. Kerugian yang dihadapi adalah meningkatnya resistensi terhadap bakteri. Belum lagi perilaku tersebut berpotensi untuk meningkatkan biaya berobat. Harga obat antibiotika sangat mahal dan merupakan bagian terbesar dari biaya pengobatan.
Efek samping yang sering terjadi pada penggunaan antibiotika adalah gangguan beberapa organ tubuh. Apalagi bila diberikan kepada bayi dan anak-anak, karena sistem tubuh dan fungsi organ pada bayi dan anak-anak masih belum tumbuh sempurna. Apalagi anak beresiko paling sering mendapatkan antibiotika, karena lebih sering sakit akibat daya tahan tubuh lebih rentan. Bila dalam setahun anak mengalami 9 kali sakit, maka 9 kali 7 hari atau 64 hari anak mendapatkan antibiotika. Gangguan organ tubuh yang bisa terjadi adalah gangguan saluran cerna, gangguan ginjal, gangguan fungsi hati, gangguan sumsum tulang, gangguan darah dan sebagainya. Gangguan saluran cerna dapat berupa diare, mual, muntah dan nyeri perut. Beberapa antibiotika dapat mengganggu sumsum tulang, salah satunya kloramfenikol. Bila sumsum tulang terganggu maka terjadi gangguan pembentukan sel darah merah menjadikan kurang darah atau anemia. Antibiotika dapat mengganggun fungsi hati. Obat tuberkulosis seperti INH, rifampisin dan PZA (pirazinamid) yang paling sering menimbulkan efek ini. Golongan antibiotika yang bisa menimbulkan gangguan fungsi ginjal adalah aminoglikosida (garamycine, gentamycin), Imipenem, Meropenem dan Ciprofloxacin. Akibat lainnya adalah reaksi alergi karena obat. Gangguan tersebut mulai dari yang ringan seperti ruam, gatal sampai dengan yang berat seperti pembengkakan vivir atau kelopak mata, sesak, hingga dapat mengancam jiwa (reaksi anafilaksis). Antibiotika juga dapat menimbulkan demam seperti golongan cotrimoksazol (bactrim, septrim), sefalsporin dan eritromisin.
Akibat lainnya adalah reaksi alergi karena obat. Gangguan tersebut mulai dari yang ringan seperti ruam, gatal sampai dengan yang berat seperti pembengkakan bibir atau kelopak mata, sesak, hingga dapat mengancam jiwa (reaksi anafilaksis).
Pemakaian antibiotika berlebihan atau irasional juga dapat membunuh kuman yang baik dan berguna yang ada didalam tubuh kita. Sehingga tempat yang semula ditempati oleh bakteri baik ini akan diisi oleh bakteri jahat atau oleh jamur atau disebut "superinfection". Pemberian antibiotika yang berlebihan akan menyebabkan bakteri-bakteri yang tidak terbunuh mengalami mutasi dan menjadi kuman yang resisten atau disebut “superbugs”.
Jenis bakteri yang awalnya dapat diobati dengan mudah dengan Antibiotika yang ringan. Apabila antibiotikanya digunakan dengan irasional, maka bakteri tersebut mutasi dan menjadi kebal, sehingga memerlukan jenis antibiotika yang lebih kuat. Bila bakteri ini menyebar ke lingkungan sekitar, maka suatu saat akan tercipta kondisi dimana tidak ada lagi jenis antibiotika yang dapat membunuh bakteri yang terus menerus bermutasi ini. Hal ini akan membuat kita kembali ke zaman sebelum antibiotika ditemukan. Pada zaman tersebut infeksi yang diakibatkan oleh bakteri tidak dapat diobati sehingga angka kematian akan drastis melonjak naik. Hal lain yang mungkin terjadi nantinya kebutuhan pemberian antibiotika dengan generasi lebih berat, dan menjadikan biaya pengobatan semakin meningkat karena semakin harganya mahal.

Fungsi Organ Reproduksi Wanita

Fungsi Organ Reproduksi Wanita

Pokok Bahasan

  • Fisiologi alat reproduksi wanita
  • Hubungan ovarium dan gonodotropin hormon
  • Efek Hormon Ovarium
  • Kehamilan dan laktasi
  • Fisiologi Alat Reproduksi Wanita

A. Eksterna

  • Mons veneris, bantalan lemak di depan simfisis pubis
  • Labia mayora, dua lipatan tebalyang memebentuk sisi vulva
  • Labia minora, dua lipatan kecil dari kulit di antara bagian atas labia mayora
  • Klitoris, jaringan erektil kecil
  • Vestibula, tiap sisinya dibatasi lipatan labia & bersambung dengan vagina

B. Interna

  • Vagina, tabung berotot yang dilapisi membran dari jenis epitelium bergaris khusus, dialiri pembuluh darah dan serabut saraf
  • Uterus, tebal, berotot, berbentuk buah pir, terletak di dalam pelvis, antara rektum di belakang & kandung kemih
  • Ovarium, terdiri dari kortek dan medulla
  • Tuba faloppi, terdiri dari pars interstitialis, pars ismika, pars ampula, dan infundibulum
Hubungan Ovarium dengan Hormon Gonadotropin

Menstruasi

Terdiri dari 3 tahap:

1. Tahap Menstruasi :

a. Terjadi pelepasan endometrium

b. Pengeluaran hormon – hormon ovarium estrogen dan progesteron paling rendah

2. Tahap Poliferasi

a. Sampai hari ke 14

b. Endometium tumbuh kembali

3. Tahap Sekresi

a. Terjadi karena korpus rubrum membentuk korpus luteum mengeluarkan progesteron

b. Endometrium berkelok –kelok mengeluarkangetah dan sekresi yang berupa glikogen dan lemak

  • Efek Hormon Ovarium

Estrogen :

    • Pada uterus dan genetalia eksterna :

      • Memperbesar organ

      • Epitel vagina kuboid à bertingkat à tahan infeksi

      • Proliferasi endometrium dan kelenjar à nutrisi ovum

    • Tuba falopii

      • Proliferasi kelenjar

      • Sel epitel bersilia ↑ à aktifitas silia ↑ à mendorong ovum ke uterus

    • Payudara

      • Perkembangan jar. Stroma

      • Pertumbuhan sistem duktus

      • Deposisi lemak

    • Pada rangka

      • Meningkatkan aktifitas osteoblas

    • Kulit

      • Membentuk tekstur yang halus, lembut dan tebal

    • Deposisi protein, lemak, metabolisme dan rambut

      • Meningkatkan kecepatan deposisi dan distribusi rambut

  • Progesteron :

    • Pada uterus

      • Meningkatkan perubahan sekretorik pada endometrium

      • Mengurangi frekuensi kontraksi uterus

      • Mencegah terlepasnya ovum yang tertanam

    • Tuba falopii

      • Meningkatkan perubahan sekretorik mukosa à nutrisi ovum

    • Payudara

      • Meningkatkan perkembangan lobulus dan alveoli payudara

      • Sel – sel alveolar membesar, berproliferasi

      Untuk Lebih Lengkapnya Download Organ Reoproduksi Manusia


SISTEM PENCERNAAN

SISTEM PENCERNAAN

PENDAHULUAN

  • Sistem yang terdiri dari semua organ yang berfungsi untuk :

      • Mengunyah

      • Menelan

      • Mencerna

      • Mengabsorbsi

      • Mengeliminasi

  • Terdiri dari saluran cerna dan organ tambahan

  • Panjang ± 9 meter

  • Saluran cerna : Mulut, Faring, Esofagus, Usus halus, Usus besar

  • Organ tambahan ( asesoris ) : Gigi, Kel. Ludah, Hati dan Kel. Empedu, Pankreas

MULUT

  • Rongga yang dibatasi :

    • Eksternal : bibir dan pipi

    • Lateral : mukosa pipi

    • Superior : palatum durum dan palatum mole

    • Caudal ( dasar ) : 2/3 lidah bagian anterior

    • Posterior : faring

  • Palatum durum : dibentuk oleh bagian tulang palatin dan maxila, permukaan atas membentuk rongga nasal
  • Palatum mole : dibentuk oleh batas posterior palatum durum meluas ke bagian nasal dan oro faring, batas bawahnya terdapat tonjolan kecil ( uvula )
  • Terdapat 2 lipatan ( arcus faring : arcus palatoglosal dan palatofaring )
  • Terdapat jaringan limfonodi ( Tonsil palatin ) diantara kedua arcus faring
LIDAH
  • Organ muskuler melekat di tulang hioid dan mandibula
  • Ditutupi oleh mukusa berbentuk tonjolan ( papila )
  • Terdapat daerah pengecap ( taste buds )
  • Anterior bawah dihubungkan kedasar mulut oleh frenulum
GIGI
    • Memiliki 2 set :
  1. Gigi desidua ( primer ) à tahun ke 1 dan 2
  2. Gigi permanen à tahun ke 6 s/d 25
    • Pembagian gigi :
  • Mahkota
  • Akar
  • Leher
  • Pada bagian tengah :
  • Pulpa :
      • Dilapisi lapisan putih kekuningan ( dentin )

      • Banyak pembuluh darah dan saraf masuk lewat foramina akar

    • Pada bagian luar :
  • Email : melapisi mahkota, struktur yg keras

    • Pada bagian akar :

  • Semen : lapisan yang melapisi akar, warna putih

    • Tipe gigi :
  • Incisivus : bentuk runcing
  • Caninus : kerucut
  • Premolar : bikuspid , hampir bulat
  • Molar : 4 atau 5 kuspid

Untuk Lebih Lengkapnya Download Sistem Pencernaan ppt

FISIOLOGI HEWAN

DUNIA HEWAN

Para ahli zoologi telah berhasil mendeskripsikan dunia hewan yang terbesar dimuka bumi ini. Sebagian besar diantaranya tergolong :

  • Invertebrata

  • Vertebrata

  1. CIRI HEWAN

  • Hewan merupakan mahluk hidup eukariot multiseluler (kel metozoa)
  • Hewan tidak melakukan kegiatan Fotosintetis. Hewan termasuk mahluk hidup heterotropik dan memperoleh energi dengan cara memakan mahluk hidup lain.
  • Hewan secara khas bereproduksi secara seksual
  • Sel hewan tidak memiliki dinding sel
  • Hewan mampu merespons dg cepat terhdp rangsangan dari luar.
  • Hewan merupakan mahluk hidup yg motil (aktif bergerak )
  1. PENGELOMPOKAN HEWAN

  1. Hewan Invertebrata

Invertebrata adalahHewan yang tidak mmiliki tulang belakang (tulang punggung),

Contoh : Bekicot, kerang, udang,cumi-cumi,cacing,kupu2 dan lebah. Anggota Invertebrata dapat mencapai 99% dari semua spesies dunia hewan.

Invertebrata dapat ditemukan diair maupun didrt dg ukuran tubuh yg bervariasa.

  1. Anggota Filum invertebrata:

  • Filum Porifera (Hewan yg memiliki pori)
  • Filum coelenterata (Hewan yang berongga)
  • Filum platyhelminhes (Kel cacing yg berbentuk pipih)
  • Filum Nemathelminthes (cacing benang)
  • Filum Anelida (Cacing yg tbhnya bersegmen2 m-yerpai cincin/glng
  • Filum Mollusca (Hewan yg bertbh lunak)
  • Filum Antropoda (Hewan yg mmliki kaki beruas2)
  1. Ciri Filum porifera
  • Tidak memiliki saluran pencernaan
  • Memiliki saluran air,mulai dari pori tubuh dan berakhir pada lubang keluar
  • Mempunyai banyak Rangka
  • Dpt mlkukan reproduksi aseksual dan seksual

Gambar Filum Porifera

2. Filum Coelenterata

  • Termasuk metazoa
  • Tubuh memiliki 2 lapisan jaringan: eksoderm dan endoderm
  • Bentuk tubuh simetris radial – bagan tengah tubuh terdapat rongga pencernaan
  • Tidak memeleki anus sehingga sisa makanan dikeluarkan melalui mulut dengan cara memuntahkan
  • Mulu dikelilingi tentakel (alat untuk menangkap mangsa)
  • Blm mmliki alat pernapasan,peredarandaneksresi yg tersusun scr khusus
  • Reproduksi berlangsung secara aseksual dan seksual
  • Memliki sel penyengat (nematosista)
Untuk Lebih Lengkapnya Download Dunia Hewan ppt


MENGENAL PENGGOLONGAN OBAT KIMIA

MENGENAL PENGGOLONGAN OBAT

Menurut pengertian umum,obat dapat didefinisikan sebagai bahan yang menyebabkan perubahan dalam fungsi biologis melalui proses kimia. Sedangkan definisi yang lengkap, obat adalah bahan atau campuran bahan yang digunakan (1) pengobatan, peredaan, pencegahan atau diagnosa suatu penyakit, kelainan fisik atau gejala-gejalanya pada manusia atau hewan; atau (2) dalam pemulihan, perbaikan atau pengubahan fungsi organik pada manusia atau hewan. Obat dapat merupakan bahan yang disintesis di dalam tubuh (misalnya : hormon, vitamin D) atau merupakan merupakan bahan-bahan kimia yang tidak disintesis di dalam tubuh.

Penggolongan sederhana dapat diketahui dari definisi yang lengkap di atas yaitu obat untuk manusia dan obat untuk hewan. Selain itu ada beberapa penggolongan obat yang lain, dimana penggolongan obat itu dimaksudkan untuk peningkatan keamanan dan ketepatan penggunaan serta pengamanan distribusi.

Berdasarkan undang-undang obat digolongkan dalam :

1. Obat Bebas

2. Obat Keras

3. Obat Psikotropika dan Narkoba


Berikut penjabaran masing-masing golongan tsb :

1. OBAT BEBAS

Obat bebas adalah obat yang boleh digunakan tanpa resep dokter (disebut obat OTC = Over The Counter), terdiri atas obat bebas dan obat bebas terbatas.

1.1. Obat bebas

Ini merupakan tanda obat yang paling "aman" . Obat bebas, yaitu obat yang bisa dibeli bebas di apotek, bahkan di warung, tanpa resep dokter, ditandai dengan lingkaran hijau bergaris tepi hitam. Obat bebas ini digunakan untuk mengobati gejala penyakit yang ringan. Misalnya : vitamin/multi vitamin (Livron B Plex, )

1.2. Obat bebas terbatas

Obat bebas terbatas (dulu disebut daftar W). yakni obat-obatan yang dalam jumlah tertentu masih bisa dibeli di apotek, tanpa resep dokter, memakai tanda lingkaran biru bergaris tepi hitam. Contohnya, obat anti mabuk (Antimo), anti flu (Noza). Pada kemasan obat seperti ini biasanya tertera peringatan yang bertanda kotak kecil berdasar warna gelap atau kotak putih bergaris tepi hitam, dengan tulisan sebagai berikut :

  • P.No. 1: Awas! Obat keras. Bacalah aturan pemakaiannya.
  • P.No. 2: Awas! Obat keras. Hanya untuk bagian luar dari badan.
  • P.No. 3: Awas! Obat keras. Tidak boleh ditelan.
  • P.No. 4: Awas! Obat keras. Hanya untuk dibakar.
  • P.No. 5: Awas! Obat keras. Obat wasir, jangan ditelan

Dalam keadaaan dan batas-batas tertentu; sakit yang ringan masih dibenarkan untuk melakukan pengobatan sendiri, yang tentunya juga obat yang dipergunakan adalah golongan obat bebas dan bebas terbatas yang dengan mudah diperoleh masyarakat. Namun apabila kondisi penyakit semakin serius sebaiknya memeriksakan ke dokter. Dianjurkan untuk tidak sekali-kalipun melakukan uji coba obat sendiri terhadap obat - obat yang seharusnya diperoleh dengan mempergunakan resep dokter.

Apabila menggunakan obat-obatan yang dengan mudah diperoleh tanpa menggunakan resep dokter atau yang dikenal dengan Golongan Obat Bebas dan Golongan Obat Bebas Terbatas, selain meyakini bahwa obat tersebut telah memiliki izin beredar dengan pencantuman nomor registrasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan atau Departemen Kesehatan, terdapat hal- hal yang perlu diperhatikan, diantaranya:

  • Kondisi obat apakah masih baik atau sudak rusak
  • Perhatikan tanggal kadaluarsa (masa berlaku) obat
  • membaca dan mengikuti keterangan atau informasi yang tercantum pada kemasan obat atau pada brosur / selebaran yang menyertai obat yang berisi tentang Indikasi (merupakan petunjuk kegunaan obat dalam pengobatan)
  • kontra-indikasi (yaitu petunjuk penggunaan obat yang tidak diperbolehkan)
  • efek samping (yaitu efek yang timbul, yang bukan efek yang diinginkan)
  • dosis obat (takaran pemakaian obat)
  • cara penyimpanan obat
  • dan informasi tentang interaksi obat dengan obat lain yang digunakan dan dengan makanan yang dimakan.

Untuk lebih lenglapnya Download Penting Golonagn Obat

SISTEM PANCA INDERA MANUSIA


SISTEM PANCA INDERA

  • MATA

  • Secara garis besar di bagi menjadi :

    • Kelopak mata

    • Rongga orbita

    • Bola mata

    • Sistem saluran air mataKelopak mata


    • Kulit

    • Jaringan longgar

    • Jaringan otot

    • Tarsus

    • Fascia

    • Konjungtiva

  • Fungsi membuka mata : M. levator palpebrae à inervasi N III (okulomotorius )

  • Menutup mata : otot orbikularis à inervasi N VII ( fasialis )

  • Tarsus : kepingan jaringan tipis, padat, terdapat kelenjar Meiboom à sekresi à bermuara di margo palpebrae

  • Konjungtiva :

    • K. palpebrae : lapisan terdalam kelopak mata atas

    • K. bulbar : melapisi bola mata bagian luar

    • K. forniks : lipatan peralihan K. palpebrae dan K. bulbar

  • RONGGA ORBITA

  • Dibatasi oleh dinding tulang, berbentuk piramida bersisi 4, puncaknya ke foramen optik

  • Di belakang rongga orbita terdapat 3 lubang :

    • Foramen optik à N. optik dan A. optik

    • Fissura orbita sup. à v. oftalmik dan syaraf untuk otot mata dan N. VI ( trigeminal )

    • Fissura orbita Inf. à N. Maksila dan A. infraorbita

  • Isi rongga orbita :

    • Bola mata dengan saraf optik

    • Otot penggerak bola mata

    • Kelenjar air mata

    • Pembuluh darah

    • Saraf

    • Lemak

    • Fascia

  • Saraf orbita bersifat sensorik dan motorik

  • Sensorik ( N V ) dan motorik ( N. III, IV, VI )

  • Tidak mengandung kelenjar limfe

  • BOLA MATA

  • Terdiri atas :

    • Dinding bola mata

    • Isi bola mata

  • Dinding bola mata :

  • Sklera : jaringa yang kuat, tidak bening, tidak kenyal, tebal 1 mm

  • Kornea : jaringan yang jernih, bening, berbentuk lingkaran, lebih lebar arah transversal ( 12 mm) daripada vertikal, batas kornea disebut limbus, tebal 0,6 – 1,0 mm.

  • Terdiri 5 lapisan :

    • Epitel

    • Membrana Bowman

    • Stroma

    • Membran descement

    • Endotel

Untuk Lebih Lengkapnya Download Sistem Panca Indra ppt

FISIOLOGI MAKLUK HIDUP TUMBUHAN

Fisiologi tumbuhan

mempelajari hal-hal yg berkaitan dg proses kegiatan yg tjd dalam tubuh tumbuhan :

Metabolisme : Pertukaran zat → ambil dr lingkungan, mengeluarkannya ke lingkungan

1. Anabolisme : proses penyusunan energi kimia pada sintesa zat2 organik

Ex. Fotosintesa

2. Katabolisme : proses penguraian & pembebasan

energi dr zat organik

Ex. Respirasi

1. Fotosintesa

Terjadi di lapisan mesophyl pada daun, mengandung banyak chloroplast.
yang dibutuhkan :

a. chloroplast

  • 1 mm2 daun mengandung ± 400 ribu chloroplast
  • didalamnya tdpt butiran2 kecil bbtk cakram/granum
  • struktur granum berlapis2, tdd lap chlorofil, protein & lemak →menerima cahaya

b. Chlorofil

  • chlorofil a tdpt pd semua tanaman utk F
  • ganggang hijau, Bryophyta → + b
  • Diatome & ganggang perang → + c
  • ganggang merah → + d

c. Karbondioksida

  • masuk lewat stomata pd interior daun menuju kloroplast

d. Air

  • ± 1% dari total air yg diabsorbsi dipakai utk FS
  • sebagian besar mengalami transpirasi/bergabung dg materi pd tanaman
  • saat air sdkt, stomata menutup → CO2 utk FS (-)

e. Cahaya

  • ± 40% chy yg mencapai bumi → sinar tampak
  • Daun menggunakan 80% sinar tampak utk FS
  • Intensitas chy bervariasi tgt : waktu, musim, komposisi atmosfir, latitude, atitude → mempengaruhi FS

Reaksi Fotosintesis

  1. Reaksi cahaya tjd jika tumbuhan hijau terkena cahaya

  1. Cara I (reaksi siklis)

    • cahaya diabsorbsi chlorofil → 1 e- berenergi ↑dr klorofil lepas

    • e- dibawa pembawa elektron (pe) & merubah ADP mjd ATP

    • sebelum e- kembali ke klorofil, terbentuk 2 ATP

2. Cara II (reaksi non siklis)
    • cahaya diabsorbsi pigmen → 1 e- berenergi ↑ lepas, diganti OH- dari air

    • e- dibawa pembawa elektron menuju klorofil dan merubah ADP mjd ATP

    • saat yg sama, cahaya diabsorbsi chlorofil → 1 e- berenergi ↑dari klorofil lepas

    • 2 e- berenergi ↑ dg 2 ion H bergabung dengan NADP → NADPH2

    • 24 H2O mbtk 12 ATP & NADPH2

3. Reaksi gelap

  • Hasil utama terbentuk molekul dengan byk atom C dan berenergi ↑

  • 6 molekul CO2 bergabung dg 6 molekul ribulusa difosfat (RuDP) →12 fosfogliseraldelhida (PGAL) yg pny 3 atom C

  • 6 CO2 → 12 PGAL, 10 PGAL mbtk RuDP, 2 mbtk karbohidrat & senyawa dn byk atom C

  • Energi pd proses ini berasal dari perubahan ADP dari ATP & NADPH2 dari NADP

  • NADPH : Nikotinamida Adenin Dinukleotida Fosfat (bentuk oksidasi)

  • NADPH2 : bentuk reduksi

  • ADP : Adenosin diphospat

  • ATP : Adenosin triphospat

Untuk lebih lengkapnya Download Fisiologi Tumbuhan ppt

Mau?

afferinte.com

MERAIH RUPIAH KLIK INI

Join in Here