RSS Feed

Wednesday, December 15, 2010

Puerperium

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Puerperium adalah masa setelah seorang ibu melahirkan bayi dimana waktu ini digunakan untuk memulihkan kesehatannya kembali ke masa sebelum hamil. Dalam masa nifas diperlukan pengawasan khusus karena seorang Ibu memerlukan perawatan, bantuan dan pengawasan demi pulihnya kesehatan seperti sebelum melahirkan.
Perawatan masa nifas ini termasuk perawatan kebidanan dimana arti kebidanan secara luas tidak hanya terbatas pada masa kehamilan dan persalinan tetapi juga masa setelah bersalin sampai uterus dan ovarium kembali seperti semula, siap mengadakan kehamilan lagi. Semua kegiatan yang dilakukan dalam bidang kebidanan maupun di bidang-bidang lain selalu mempunyai tujuan agar kegiatan-kegiatan terarah dan diadakan evaluasi atau penilaian.

1.2. Tujuan
1.2.1. Tujuan Umum
Mahasiswa dapat melaksanakan asuhan kebidanan pada Ibu nifas sesuai dengan managemen kebidanan yang ada.
1.2.2. Tujuan Khusus
1. Mahasiswa dapat mengumpulkan data dengan pengkajian pasien
2. Mahasiswa dapat mengidentifikasi diagnosa dan masalah
3. Mahasiswa dapat mengidentifikasi diagnosa dan masalah potensial
4. Mahasiswa dapat mengidentifikasi kebutuhan segera
5. Mahasiswa dapat merencanakan asuhan kebidanan
6. Mahasiswa dapat melaksanakan asuhan kebidanan yang telah direncanakan
7. Mahasiswa dapat mengevaluasi asuhan kebidanan yang telah dilakukan
1.3. Ruang Lingkup
Ruang Lingkup asuhan kebidanan dalam makalah ini adalah masa nifas.

1.4. Metode Penulisan
Metode penulisan data yang akan digunakan penulis dalam pembuatan Asuhan Kebidanan pada bayi baru lahir ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif dengan melakukan tinjauan kasus melalui :
a. Wawancara/anamnese
Komunikasi langsung yang bertujuan untuk mencari informasi guna melengkapi data pasien dengan cara berkomunikasi baik dengan pasien maupun keluarga pasien untuk memperoleh data yang akurat
b. Observasi
Dengan cara mengamati perilaku dan keadaan pasien untuk memperoleh data tentang kesehatan pasien
c. Studi dokumentasi
Mempelajari dan melengkapi data dengan jalan melihat catatan/status pasien, catatan perkembangan pasien dan hasilnya
d. Studi pustaka
Dari buku-buku penunjang

1.5. Pelaksanaan
Laporan ini merupakan hasil dari kegiatan praktek belajar lapangan di Puskesmas Sumber Pucung mulai tanggal 4 juni 2007 sampai tanggal 23 Juni 2007

1.6. Sistematika Penulisan
BAB I PENDAHULUAN
Menguraikan tentang : latar belakang, tujuan penulisan, ruang lingkup, metode penulisan, pelaksanaan, sistematika penulisan


BAB II TINJAUAN TEORI
Menguraikan tentang : landasan teori tentang nifas landasan teori managemen asuhan kebidanan
BAB III TINJAUAN KASUS
Menguraikan tentang : pengkajian data, identifikasi diagnosa dan masalah, identifikasi diagnosa dan masalah potensial, kebutuhan segera, intervensi, implementasi, evaluasi
BAB IV PENUTUP
Menguraikan tentang : kesimpulan dan saran
DAFTAR PUSTAKA






















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


2.1. Konsep Dasar Masa Nifas
2.1.1. Definisi
 Masa nifas adalah masa yang berlangsung selama 6 minggu atau 42 hari yang sudah diperlukan untuk pulihnya alat kandungan pada keadaan normal. (Sarwono, 2002)
 Nifas adalah waktu setelah partus sampai selesai sampai kurang lebih 6 minggu tetapi seluruh alat genital baru pulih kembali seperti sebelum hamil dalam waktu 3 bulan. (Ibrahim, 1996)
 Masa nifas adalah masa pulih kembali, mulai dari persalinan selesai sampai alat-alat kandungan kembali seperti pra-hamil, lamanya 6-8 minggu. (Mochtar, 1998)

2.1.2. Periode Masa Nifas
Nifas dibagi dalam 3 periode :
 Puerperium dini yaitu kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan-jalan
 Puerperium intermedial yaitu kepulihan menyeluruh alat-alat genetalia yang lamanya 6-8 minggu
 Remote puerperium adalah waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama bila selama hamil atau persalinan mempunyai komplikasi. Waktu sehat sempurna bisa berminggu-minggu, bulanan atau tahunan

2.1.3. Perubahan Fisiologis Masa Nifas
a. Uterus
Uterus secara berangsur-angsur menjadi kecil sehingga seperti sebelum hamil.

Tinggi fundus uteri dan berat uterus menurut masa involusi
INVOLUSI TINGGI FUNDUS UTERI BERAT UTERUS
Bayi lahir Setinggi pusat 1000 gram
Uri lahir 2 jari bawah pusat 750 gram
1 minggu Pertengahan pusat-sympisis 500 gram
2 minggu Tidak teraba di atas sympisis 350 gram
6 minggu Bertambah kecil 50 gram
8 minggu Sebesar normal 30 gram

b. Bekas implantasi uri
 Bekas implantasi plasenta segera setelah plasenta lahir seluas 12 x 15 cm, permukaan kasar dimana pembuluh darah besar bermuara
 Pada pembuluh darah terjadi pembentukan trombose disamping pembuluh darah tertutup karena kontraksi otot rahim
 Bekas luka implantasi dengan cepat mengecil, pada minggu kedua sebesar 6-8 cm, dan akhir puerperium sebesar 2 cm
 Lapisan endometrium dilepaskan dalam bentuk jaringan natrosisi bersama dengan lochea
 Luka bekas implantasi plasenta akan sembuh karena pertumbuhan endometrium yang berasal dari tepi luka dan lapisan basalis endometrium
 Kesembuhan sempurna pada saat akhir dari masa puerperium
c. Luka-luka pada jalan lahir bila tidak disertai infeksi akan sembuh dalam 6-7 hari
d. Rasa sakit disebut after pain (mules) disebabkan kontraksi uterus, biasanya berlangsung 2-4 hari pasca persalinan
e. Lochea adalah cairan secret yang berasal dari kavum dan vagina dalam masa nifas
 Lochea rubra (cruenta) berisi darah segar dan sisa selaput desidua, vernik kaseosa, lanugo dan mekonium selama 2 hari post partum
 Lochea sanguinolenta berwarna merah kuning berisi darah dan lender, hari ke 3-7 pasca persalinan
 Lochea serosa berwarna kuning, cairan tidak berdarah lagi pada hari ke 7-14 pasca persalinan
 Lochea alba, cairan putih setelah 2 minggu
 Lochea purulenta : terjadi infeksi, keluaran cairan seperti nanah berbau busuk
 Lochea statis : lochea tidak lancar keluarnya
f. Servik
Setelah persalinan bentuk servik agak menganga seperti corong. Berwarna merah kehitaman, konsistensi lunak, kadang-kadang terdapat perlukaan-perlukaan kecil. Setelah bayi lahir, tangan masih bisa masuk rongga rahim. Setelah 2 jam dapat dilalui oleh 2-3 jari dan setelah 7 hari hanya dapat dilalui dengan 1 jari
g. Ligamen-ligamen
Ligament, fasia dan diafragma pelvis yang meregang pada waktu persalinan untuk memulihkan kembali sebaliknya dengan latihan-latihan dan gimnastik pasca persalinan
h. Payudara
Setelah persalinan, pengaruh estrogen dan progesterone terhadap hipofisis hilang. Timbul pengaruh lactobenic hormone/prolaktib yang akan merangsang produksi air susu. Proliferasi jaringan terutama kelenjar alveolus mammae dan lemak pada duktus laktiferus terdapat cairan yang kadang-kadang dapat dikeluarkan. Hipervaskularisasi terdapat pada permukaan maupun pada bagian dalam mammae.

2.1.4. Klinis Nifas
Keadaan umum Ibu :
a. Suhu dapat meningkat 36,5oC dari keadaan normal tetapi tidak melebihi 38oC
b. Nadi berkisar 60-80 x/menit
c. Miksi :
 Pembentukan air seni oleh ginjal meningkat
 Ibu sering kesulitan BAK karena perasaan ingin BAK berkurang, uretra mungkin agak tersumbat karena perlukaan/odema dari dindingnya akibat dari tekanan kepala bayi
d. Defekasi biasanya mengalami sembelit pada hari pertama post partum

2.1.5. Psikologis Ibu Nifas
Perubahan fisiologis tersebut akan diikuti oleh perubahan psikologis, maka dari itu ibu harus beradaptasi, tingkat perubahan psikologis ibu setelah melahirkan tersebut antara lain :
• Taking in
Suatu periode dimana tingkah laku ibu masih bergantung kepada orang lain dan berfokus pada diri sendiri, belum pada bayinya. Berlangsung pada hari pertama dan kedua
• Taking hold
Periode yang terjadi dari ketergantungan menjadi individu, terlihat pada hari ke-3 sampai akhir minggu pertama
 Energi ibu telah meningkat, lebih terasa nyaman
 Focus pada diri sendiri dan bayinya
 Mempunyai inisiatif untuk merawat diri sendiri dan bayinya
 Saat tepat memberikan pendidikan kesehatan
• Letting go
Periode dimana terjadi perpindahan dari keadaan mandiri ke peran baru, dimulai akhir minggu pertama setelah melahirkan. Ibu merasa bayinya sudah terpisah dari dirinya. Bayi memerlukan bantuannya

2.1.6. Standar Pelayanan Masa Nifas
a. Perawatan bayi baru lahir : mencegah terjadinya hipotermi, hipoglikemia, asfiksia dan infeksi
 Jagalah agar bayi tetap kering dan hangat, usahakan agar terjadi kontak kulit antara bayi dan Ibu
 Sarankan Ibu untuk sering memberikan ASI
 Periksa suhu tubuh bayi setiap jam
 Pastikan bahwa Ibu dan bayi diselimuti dengan baik
b. Penanganan pada 2 jam pertama setelah persalinan
 Periksa TTV Ibu setiap 15 menit selama sau jam pertama dan setiap 30 menit selama satu jam kedua setelah persalinan
 Lakukan palpasi kandung kemih Ibu setiap 15 menit selama satu jam pertama dan setiap 30 menit selama satu jam kedua setelah persalinan, periksa TFU, UC dan jumlah perdarahan
 Periksa luka perineum, ingatkan Ibu untuk menjaga kebersihan tubuh dan mengganti kain pembalut secara teratur
 Periksa keadaan umum Ibu dan bayi
c. Pelayanan bagi Ibu dan bayi pada masa nifas
 Periksa TTV, payudara atau tanda-tanda saluran ASI tersumbat
 Periksa pengeluaran lochea dan involusi uterus
 Perhatikan warna kulit bayi dan keadaan tali pusat
 Perhatikan kondisi umum bayi, berapa kali buang air kecil dan bentuk fesesnya
 Bicarakan pemberian ASI sedikitnya 6 bulan

2.1.7. Kunjungan Masa Nifas
Paling sedikit 4 kali kunjungan masa nifas, untuk menilai status Ibu dan bayi baru lahir, untuk mencegah, mendeteksi dan menangani adanya komplikasi yang terjadi.
Kunjungan Waktu Tujuan
1. 6-8 jam pospartum - Mencegah perdarahan masa nifas, merawat dan merujuk
- Mencegah hipotermi dengan pemberian ASI awal
2. 6 hari postpartum - Memastikan involusi uterus normal
- Menilai adanya tanda-tanda infeksi
- KIE asuhan bayi, tali pusat dan merawat bayi yang benar
3. 2 minggu postpartum - Sama seperti di atas
- Memastikan Ibu menyusui dengan baik
4. 6 minggu postpartum - Menanyakan adanya penyulit-penyulit yang Ibu dan bayi alami
- Memberikan konseling untuk KB secara dini
2.1.8. Masalah-Masalah Pada Ibu Nifas
a. Adanya rasa mules atau afterpain akibat kontraksi uterus biasanya selama 2-4 hari pasca persalinan
b. Kadang-kadang ditemukan keadaan hipertensi post partum tetapi akan menghilang dengan sendirinya dalam kurang lebih 2 bulan tanpa pengobatan
c. Keluarnya lochea
d. Adanya rasa nyeri bila ada luka jahitan pada perineum
e. Adanya bendungan payudara
f. Adanya takut BAB dan BAK akibat adanya luka pada perineum
g. Gangguan psikologis ibu nifas

2.1.9. Penatalaksanaan Nifas
 Kebersihan diri
1) Anjurkan kebersihan seluruh tubuh
2) Mengajarkan ibu bagaimana cara membersihkan daerah kelamin yaitu membersihkan vulva terlebih dahulu dari depan ke belakang, kemudian membersihkan sekitar anus
3) Sarankan ibu untuk mengganti pembalut atau kain pembalut setidaknya 2 x sehari
4) Sarankan ibu untuk mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan sesudah membersihkan daerah kelamin
 Istirahat
1) Anjurkan ibu untuk beristirahat cukup untuk mencegah kelelahan yang berlebihan
2) Sarankan ibu untuk kembali ke kegiatan-kegiatan rumah tangga secara perlahan-lahan, serta untuk tidur siang atau beristirahat selagi bayi tidur
3) Kurang istirahat bisa menyebabkan :
 Mengurangi jumlah ASI yang diproduksi
 Memperlambat proses involusi uterus dan memperbanyak perdarahan
 Menyebabkan depresi dan ketidakmampuan untuk merawat bayi dan diri sendiri
 Mobilisasi
Ibu harus istirahat tidur terlentang selama 8 jam boleh miring kiri/kanan untuk mencegah trombosis dan tromboemboli. Pada hari kedua diperbolehkan duduk, hari ke-3 dan ke-4 jalan-jalan dan hari berikutnya boleh pulang
 Defekasi
Buang air besar harus dilakukan 3-4 hari pasca persalinan. Bila ada obstipasi dapat menyebabkan terjadinya febris maka perlu dilakukan clisma atau obat laksan per-os
 Miksi
Hendaknya kencing dapat dilakukan sendiri secepatnya. Bila kandung kemih penuh dan wanita sulit kencing sebaiknya dilakukan kateterisasi
 Gizi
Ibu menyusui harus mengkonsumsi tambahan 500 kalori tiap hari dan makan dengan diet berimbang untuk mendapatkan protein, mineral dan vitamin yang cukup. Minum sedikitnya 3 liter air setiap hari. Anjurkan ibu untuk minum setiap kali menyusui
 Perawatan payudara
 Menjaga payudara tetap bersih dan kering, terutama putting susu
 Menggunakan BH yang menyokong
 Apabila putting susu lecet, oleskan kolostrom atau ASI yang keluar pada sekitar putting susu setiap kali habis menyusui
 Susukan bayi pada setiap 2-3 jam, apabila tidak dapat menghisap seluruh ASI sisanya dikeluarkan dengan tangan
 Senggama
Secara fisik aman untuk memulai hubungan suami istri. Begitu darah merah berhenti dan ibu dapat memasukkan jarinya ke dalam vagina tanpa rasa nyeri.
 KB
Idelanya pasangan suami istri harus menunggu sekurang-kurangnya 2 tahun sebelum ibu hamil lagi, setiap pasangan harus menentukan sendiri kapan dan dimana ingin merencanakan keluarganya.
Sebelum menggunakan metode KB, hal-hal berikut sebaiknya dijelaskan tentang KB yang meliputi kelebihan/kekurangan, efek samping, efektivitasnya. Bagaimana menggunakan metode itu, kapan metode itu dapat mulai digunakan oleh wanita pasca salin yang menyusui.

2.3. MANAJEMEN KEBIDANAN
I. PENGKAJIAN DATA
Tanggal :
Jam :
Tempat :
Oleh :

a. Data Subyektif
1. Biodata
Nama : untuk memudahkan memanggil
Umur : primi muda/primi tua
Agama : kepercayaan yang dianut ibu
Pendidikan : untuk memudahkan KIE
Pekerjaan : untuk mngetahui status sosial ekonomi
Alamat : untuk mempermudah kunjungan rumah
2. Keluhan Utama
Melahirkan bayi secara normal pada tanggal……….jam………PB/BB lahir……..jenis kelamin……….
3. Riwayat Kesehatan Sekarang
Untuk mengetahui keluhan apa yang dirasakan sekarang. Jika Ibu menderita DM maka akan mempengaruhi dalam penyembuhan luka.
4. Riwayat Kesehatan Yang Lalu
Untuk mengetahui apakah ibu pernah menderita penyakit menular, menurun dan menahun seperti DM, hipertensi, jantung, asma dan apakah Ibu pernah masuk rumah sakit


5. Riwayat Kesehatan Keluarga
Dalam keluarga apakah ada yang pernah menderita penyakit menular, menurun dan menahun, seperti DM, hipertensi, jantung, asma dan apakah ada keturunan kembar
6. Riwayat Haid
Menarche : pertama kali seorang wanita mengalami haid
Siklus : periode dalam menstruasi
Lama : berapa hari menstruasi
Disminore : ya atau tidak
Fluor albus : pernah atau tidak
7. Riwayat Pernikahan
Untuk mengetahui status pernikahan
8. Riwayat Kehamilan, Persalinan Dan Nifas Sekarang
Kehamilan : anak berapa, keluhan ibu serta penyakit apa yang diderita selama/sebelum hamil, frekuensi ANC, suntik TT, dimana periksa, mendapatkana apa
Persalinan : tanggal dan jam persalinan, jenis persalinan, ketuban bagaimana, letak apa, ditolong siapa
Kala I : dimulai sejak terjadinya kontraksi uterus dan pembukaan serviks hingga mencapai pembukaan lengkap (10 cm), adakah penyulit pada kala I, berlangsung tidak boleh > 13 jam
Kala II : dimulai ketika serviks membuka lengkap dan berakhir saat bayi lahir seluruhnya, adakah penyulit. Pada primigravida  2 jam dan multigravida  1 jam
Kala III : dimulai dari kelahiran bayi dan berakhir dengan lahirnya plasenta, berlangsung tidak boleh > 30 menit
Kala IV : dimulai dari kelahiran plasenta dan berakhir 2 jam setelah postpartum, adakah komplikasi yang terjadi
Data bayi : berat badan bayi lahir : 2500-3500 gram, PB : 48-52 cm, AS : 7-10
Nifas : keluhan yang dirasakan ibu, personal hygiene, aktifitas, eliminasi, nutrisi, apakah sudah menetki atau belum
9. Riwayat KB
KB yang pernah diikuti, berapa lama, alasan melepas, rencana selanjutnya ingin memakai KB apa
10. Pola Kebiasaan Sehari-Hari
a. Pola Nutrisi
Berpantangan makanan atau tidak, kebutuhan kalori 500 kal/hari, tinggi serat pada buah, minum  10-12 gelas/hari
b. Pola Eliminasi
BAK seharusnya bisa dilakukan  2-4 jam PP dan BAB dilakukan  3-4 hari
c. Pola Aktifitas
Mobilsasi dini miring ke kanan, ke kiri untuk mempercepat pemulihan alat-alat reproduksi/involusi. Pada primi  12 jam PP, pada multi  6 jam PP
d. Pola Istirahat
Istirahat setelah persalinan untuk mencegah kelelahan yang berlebihan, tidur siang atau istirahat selagi bayi tidur
e. Pola Seksual
Melakukan hubungan seksual sebaiknya dilakukan secara bertahap, secara fisik aman dalam memulai hubungan sex ditandai berhentinya darah merah dan ibu dapat memasukkan 1 atau 2 jarinya ke dalam vagina tanpa rasa sakit
f. Pola Kebiasaan Lain
Adakah kebiasaan lain seperti merokok, minum minuman keras




11. Pola Psikososial, Budaya Dan Spiritual
a. Psikologis
Tanggapan ibu dan keluarga terhadap kehadiran bayinya, pada saat ini ibu mengalami fase taking in
b. Sosial
Bagaimana hubungan antara ibu, suami, keluarga dan masyarakat sekitar
c. Budaya
Apakah terdapat budaya selamatan/tidak
d. Spiritual
Kepercayaan yang dianut ibu dan apakah rajin beribadah
b. Data Obyektif
1. Pemeriksaan Umum
Keadaan umum : baikatau lemah
Kesadaran : composmetis
Tekanan darah : normal 100/60-130/90 mmHg, bila ada kenaikan systole 30 mmHg dan diastole melebihi 15 mmHg harus diwaspadai kemungkinan pre eklampsia
Nadi : 70-90 x/menit
Pernafasan : 16-24 x/menit
Suhu : 36,5-37,5oC
Berat Badan : penurunan 3-4 kg
2. Pemeriksaan Fisik
a. Inspeksi
Muka : tidak pucat, tidak odema, bentuk muka
Mata : simetris, konjungtiva tidak pucat, sclera tidak icterus, tidak ada kelainan pada mata
Payudara : simetris, adanya hiperpigmentasi areola mammae, putting susu menonjol
Abdomen : terdapat linea/striae, tidak ada luka bekas operasi
Ekstremitas : simetris, tidak odema, warna kulit kemerahan, warna kuku kemerahan
Genetalia : keluar lochea rubra, tidak ada lua pada perineum, jumlah perdarahan  200 cc
b. Palpasi
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, tidak ada bendungan vena jugularis
Payudara : konsistensi keras, tidak ada benjolan abnormal, tidak ada nyeri tekan, colostrom sudah keluar
Abdomen : TFU 2 Jr b Pst, kontraksi uterus baik, kandung kemih kosong
Ekstremitas : tidak ada odema
3. Data Bayi
 Lahir tanggal : ………… Jam…….WIB
 Jenis kelamin : laki-laki/perempuan
 BBL : 2500-3500 gram
 PB : 48-52 cm
 Anus : (+)
 AS : 7-10
 Cara lahir : ………….
 Kelainan bawaan : (-)
4. Data Penunjang
Hb :  10 gr %
5. Data Psikologis
 Taking in : dimana belum ada penyesuaian ibu terhadap kondisi setelah melahirkan
 Taking hold : dimana ibu mulai bisa beradaptasi terhadap dirinya sebagai seorang ibu, ibu mulai menggendong bayinya, mengganti popok bayinya
 Letting go : ibu pulang ke rumah untuk pemulihan
II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH
Dx : Ny ”…” usia….tahun P….Ab… 2 jam pospartum
Ds : Melahirkan bayi secara normal pada tanggal……….jam………PB/BB lahir……..jenis kelamin………
Do : - Keadaan umum : baik atau lemah
- Kesadaran : composmetis
- TTV dalam batas normal
- Pada pemeriksaan fisik tidak ada kelainan
- Penurunan TFU sesuai hari nifas
- Kontraksi uterus baik
- Kandung kemih kosong
- Keluar lochea rubra
- Perdarahan  200 cc
- Tidak ada luka pada perineum

III. ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL
Pada ibu : - HPP primer
- Febris puerperalis
- Bendungan ASI
Pada bayi : - Hipotermi
- Ikterus neonatorum
- Infeksi tali pusat

IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
Observasi 2 jam pospartum

V. INTERVENSI
Dx : Ny ”…” usia….tahun P….Ab… 2 jam postpartum
Tujuan : setelah dilakukan pengawasan 2 jam postpartum, masa nifas berjalan normal tanpa komplikasi
Kriteria hasil : 1. TTV dalam batas normal
2. Penurunan TFU sesuai dengan hari nifas
3. Kontraksi uterus baik
Intervensi :
1. Observasi TTV dan KU setiap 15 menit pada satu jam pertama dan setiap 30 menit pada satu jam kedua
R/ parameter dini terjadinya komplikasi
2. Observasi penurunan TFU, UC, perdarahan dan kandung kemih setiap 15 menit pada satu jam pertama dan setiap 30 menit pada satu jam kedua
R/ merupakan tolak ukur involusi
3. Anjurkan dan bimbing ibu untuk mobilisasi bertahap
R/ mempercepat proses involusi
4. Ajari ibu massase fundus uteri agar kontraksi baik
R/ mencegah terjadinya perdarahan
5. Berikan antibiotic dan antipirektik
R/ antibiotic untuk menghambat penyebaran kuman sehingga akan mencegah terjadinya infeksi dan antipirektik untuk menurunkan panas karena pada ibu postpartum akan terjadi peningkatan suhu
6. Jelaskan tanda bahaya masa nifas pada ibu
R/ Ibu segera mencari pertolongan jika mengalami tanda-tanda bahaya

VI. IMPLEMENTASI
Mengacu pada intervensi
VII. EVALUASI
Tanggal :………… Jam :……WIB
Dx : Ny ”…” usia….tahun P….Ab… 2 jam postpartum
S : Ibu mengatakan sudah mengerti tentang penjelasan petugas
O :
Jam
Ke Waktu TD
mmHg Nadi
Per menit Suhu
oC TFU Kontraksi
Uterus Kandung
Kemih Perdarahan
I



II

A : Ny ”…” usia….tahun P….Ab… 2 jam postpartum masalah teratasi sebagian
P : - KIE tentang perawatan bayi sehari-hari
- Anjurkan pada ibu untuk menghabiskan obat yang telah diberikan
- Anjurkan untuk kontrol 1 minggu lagi atau bila ada keluhan
- KIE tentang perawatan payudara
- KIE tentang cara menyusui yang benar

























BAB III
TINJAUAN KASUS

I. PENGKAJIAN DATA
Tanggal : 10 Juni 2007
Jam : 21.30 WIB
Tempat : BPS Ny.Munasri Hardi Wonosari
Oleh : Yunanik
a. Data Subyektif
1. Biodata
Nama : Ny.”S” Nama Suami : Tn”S”
Umur : 37 tahun Umur : 40tahun
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SMP Pendidikan : SMP
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Swasta
Alamat : Bumi Rejo-Wonosari Alamat : Bumi Rejo-Wonosari
2. Keluhan Utama
Ibu mengatakan telah melahirkan anak keduanya dengan normal pada tanggal 10 Juni 2007, jam 21.30 WIB, BB : 2900 gram, jenis kelamin laki-laki
3. Riwayat Kesehatan sekarang
Ibu mengatakan tidak sedang menderita penyakit menular, menurun atau menahun, seperti hipertensi, DM, TBC, asma, jantung, hepatitis
4. Riwayat Kesehatan Yang Lalu
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular, menurun dan menahun seperti DM, TBC, jantung, hipertensi, asma dan ibu tidak pernah masuk rumah sakit
5. Riwayat Kesehatan Keluarga
Ibu mengatakan dalam keluarga ibu maupun suami tidak ada yang menderita penyakit menular, menurun dan menahun seperti batuk yang lama (TBC), tekanan darah tinggi (hipertensi), kencing manis (DM), jantung, serta tidak ada yang mempunyai keturunan kembar
6. Riwayat Haid
Menarche : 13 tahun
Siklus haid : 28 hari
Lamanya : 6 hari
Banyaknya :  2-3 kali ganti softek/hari
Disminore : -
Fluor albus : -
7. Riwayat Pernikahan
Nikah : ya
Lama nikah : 14 tahun
Usia pertama kali nikah : 23 tahun
Berapa kali : 1 kali
8. Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas Sekarang
a. Kehamilan
Trimester I : ibu mengalami mual muntah, ibu memeriksakan kehamilannya di bidan 2 kali dan mendapatkan B6, Bc
Trimester II : tidak ada keluhan, ibu mendapatkan TT5, pergerakan anak pertama kali pada usia kehamilan 4 bulan, ibu periksa ke bidan sebanyak 2 kali dan mendapatkan tablet tambah darah (vitro) dan kalk
Trimester III : tidak ada keluhan, ibu periksa ke bidan 4 kali dan mendapatkan vitamin Bc, kalk dan tablet tambah darah (vitro)
b. Persalinan
Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 10 Juni 2007, pada pukul 21.30 WIB, jenis kelamin laki-laki, BB 2900 gram, PB 49 cm, bayi langsung menangis, AS : 8-9, ciri-ciri lahir normal dan tidak ada jahitan maupun luka pada perineum, perdarahan  150 cc
c. Nifas
 Ibu mengatakan mengeluarkan darah berwarna merah
 Ibu ganti softek bila penuh
 Ibu mengatakan sudah meneteki bayinya sekali pada saat setelah melahirkan tetapi hanya sebentar  5 menit karena ASInya masih keluar sedikit dan ibu masih merasa lelah sehabis melahirkan
9. Riwayat KB
Ibu mengatakan pernah mengikuti KB suntik 3 bulan selama 7 tahun dan berhenti karena ingin mempunyai anak lagi, rencananya setelah melahirkan ini ibu ingin mengikuti KB suntik 3 bulan lagi.
10. Pola Kebiasaan Sehari-Hari
a. Pola Nutrisi
Selama hamil : makan 3x/hari dengan porsi nasi, lauk pauk dan sayuran, minum  7-8 gelas/hari, buah kadang-kadang
Selama nifas : setelah melahirkan ibu belum makan, minum air putih 3 gelas
b. Pola Istirahat
Selama hamil : tidur malam  7-8 jam dan tidur siang  1-2 jam dan tidak ada gangguan
Selama nifas : sampai pada pengkajian yaitu 15 menit setelah melahirkan ibu belum tidur, hanya berbaring saja di tempat tidur
c. Pola Eliminasi
Selama hamil : BAK  5-6 x/hari, warna kuning jernih, bau khas, tidak ada gangguan
BAB  1 x/hari, warna kuning, bau khas, tidak ada gangguan
Selama nifas : sampai pada saat pengkajian yaitu 15 menit setelah melahirkan ibu belum BAB maupun BAK
d. Pola Aktifitas
Selama hamil : ibu melakukan aktifitas rumah tangga seperti memasak, mencuci, menyapu, dan mengepel
Selama nifas : ibu masih berbaring di tempat tidur dan kadang-kadang duduk
e. Personal Hygiene
Selama hamil : mandi 2 x/hari, gosok gigi tiap kali mandi, ganti baju dan celana dalam setiap kali kotor
Selama nifas : ibu masih belum mandi, ganti softek dan celana dalam bila sudah penuh
11. Riwayat Psikososial, Budaya dan Spiritual
a. Psikologi
Ibu senang dengan kelahiran anaknya yang kedua, anggapan suami dan keluarga terhadap kelahiran bayinya adalah sangat senang dan bersyukur kepada Tuhan
b. Sosial
Hubungan ibu, suami, keluarga dan tetangga baik, dukungan keluarga terhadap anaknya baik
c. Budaya
Dalam keluarga tedapat kebiasaan tradisi selamatan setelah bayi lahir, bayi lepas tali pusat dan selapan
d. Spiritual
Ibu dan keuarga beragama islam, melaksanakan sholat 5 waktu
b. Data Obyektif
1. Pemeriksaan Umum
Keadaan umum : baik
Kesadaran : composmetis
Tekanan darah : 120/80 mmHg
Nadi : 88 x/menit
Pernafasan : 16 x/menit
Suhu : 36,8oC
Tinggi Badan : 155 cm
BB selama hamil : 54 kg
BB selama nifas : 50 kg
Lila : 24 cm


2. Pemeriksaan Fisik
a. Inspeksi
Kepala : rambut bersih, tidak rontok, warna hitam, ikal, tidak ada luka pada kepala
Muka : tidak pucat, bentuk muka oval, tidak odema
Mata : simetris, konjungtiva tidak pucat, sclera tidak icterus
Telinga : bersih, tidak ada pengeluaran sekret, pendengaran baik
Hidung : simetris, tidak ada sekret, tidak ada pernafasan cuping hidung
Mulut : simetris, tidak pucat, bersih, tidak berbau, tidak ada stomatitis, tidak ada caries gigi, lidah bersih
Leher : simetris, tidak ada pembesaran kelenjar thyroid, tidak ada bendungan vena jugularis
Dada : tidak ada retraksi dinding dada, tidak ada nyeri saat bernafas, tidak ada jaringan parut
Payudara : simetris, adanya hiperpigmentasi areola mammae, putting susu menonjol
Abdomen : terdapat linea nigra, tidak ada luka bekas operasi
Ekstremitas : simetris, tidak odema, tidak ada varises, kuku kemerahan
Genetalia : keluar lochea rubra, tidak ada luka pada perineum, tidak odema, jumlah perdarahan  100 cc
b. Palpasi
Leher : simetris, tidak ada pembesaran kelenjar thyroid, tidak ada bendungan vena jugularis
Payudara : konsistensi keras, tidak ada nyeri tekan, tidak terdapat benjolan abnormal, colostrom sudah keluar
Abdomen : TFU 2 Jr b Pst, kontraksi uterus baik, kandung kencing kosong
Ekstremitas : tidak odema turgor kulit baik
c. Auskultasi
Dada : tidak ada bunyi ronchi, wheezing
Abdomen : terdapat bising usus, tidak ada meteorismus
d. Perkusi
Ekstremitas : reflek patella +/+
3. Data Bayi
 Lahir tanggal : 10 Juni 2007 Jam : 21.30 WIB
 Jenis kelamin : laki-laki
 BBL : 2900 gram
 PB : 49 cm
 Anus : (+)
 AS : 8-9
 Cara lahir : spontan belakang kepala
 Kelainan bawaan : (-)
4. Data Psikologis
Ibu masih belum bisa menyesuaikan diri terhadap kondisinya saat ini, ibu masih bergantung terhadap orang lain, masa taking in

II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH
Dx : Ny ”S” usia 37 tahun P2002Ab000 2 jam pospartum
Ds : Ibu mengatakan telah melahirkan anak keduanya dengan normal pada tanggal 10 Juni 2007, jam 21.30 WIB, BB : 2900 gram, jenis kelamin laki-laki
Do : - Keadaan umum : baik atau lemah
- Kesadaran : composmetis
- TTV dalam batas normal
- Pada pemeriksaan fisik tidak ada kelainan
- Penurunan TFU sesuai hari nifas
- Kontraksi uterus baik
- Kandung kemih kosong
- Keluar lochea rubra
- Perdarahan  100 cc
- Tidak ada luka pada perineum

III. ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL
Pada ibu : - HPP primer
- Febris puerperalis
- Bendungan ASI
Pada bayi : - Hipotermi
- Ikterus neonatorum
- Infeksi tali pusat

IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
Observasi 2 jam pospartum

V. INTERVENSI
Dx : Ny ”S” usia 37 tahun P2002Ab000 2 jam pospartum
Tujuan : setelah dilakukan pengawasan 2 jam postpartum, masa nifas berjalan normal tanpa komplikasi
Kriteria hasil : 1. TTV dalam batas normal
4. Penurunan TFU sesuai dengan hari nifas
5. Kontraksi uterus baik
Intervensi :
1. Lakukan pendekatan pada pasien dan keluarga sebelum melakukan tindakan
R/ ibu dan keluarga lebih kooperatif dalam tindakan
2. Jelaskan pada ibu tentang tindakan yang akan dilakukan
R/ pasien lebih kooperatif daam setiap tindakan yang diberikan
3. Observasi TTV dan KU setiap 15 menit pada satu jam pertama dan setiap 30 menit pada satu jam kedua
R/ parameter dini terjadinya komplikasi
4. Observasi penurunan TFU, UC, perdarahan dan kandung kemih setiap 15 menit pada satu jam pertama dan setiap 30 menit pada satu jam kedua
R/ merupakan tolak ukur involusi
5. Anjurkan dan bimbing ibu untuk mobilisasi bertahap
R/ mempercepat proses involusi
6. Ajari ibu massase fundus uteri agar kontraksi baik
R/ mencegah terjadinya perdarahan
7. Beri KIE pada ibu tentang personal hygiene
R/ meminimalkan resiko infeksi
8. Berikan antibiotic dan antipirektik
R/ antibiotic untuk menghambat penyebaran kuman sehingga akan mencegah terjadinya infeksi dan antipirektik untuk menurunkan panas karena pada ibu postpartum akan terjadi peningkatan suhu
9. Beri KIE tenteng nutrisi
R/ nutrisi yang cukup akan meningkatkan daya tahan tubuh
10. Jelaskan tanda bahaya masa nifas pada ibu
R/ Ibu segera mencari pertolongan jika mengalami tanda-tanda bahaya
11. Anjurkan pada ibu untuk sering menyusui bayinya
R/ hisapan bayi merangsang oksitosin untuk memproduksi ASI

VI. IMPLEMENTASI
Tanggal : 10 Juni 2007 Jam : 21.45 WIB
1. Melakukan pendekatan pada pasien dan keluarga sebelum melakukan tindakan sehingga ibu lebih kooperatif dalam melakukan tindakan
2. Menjelaskan pada ibu tentang tindakan yang akan dilakukan sehingga pasien lebih kooperatif dalam setiap tindakan yang dilakukan
3. Mengobservasi TTV dan KU setiap 15 menit pada satu jam pertama dan setiap 30 menit pada satu jam kedua
Jam
Ke Waktu TD
mmHg Nadi
Per menit Suhu
oC TFU Kontraksi
Uterus Kandung
Kemih Perdarahan
I 21.45 120/80 88 36,8 2 Jr b Pst Baik Kosong 20 cc
22.00 120/80 88 2 Jr b Pst Baik Kosong 10 cc
22.15 120/80 84 2 Jr b Pst Baik Kosong 15 cc
22.30 120/80 84 2 Jr b Pst Baik Kosong 15 cc
II 23.00 120/80 84 36,3 2 Jr b Pst Baik Kosong 20 cc
23.30 110/70 84 2 Jr b Pst Baik Kosong 20 cc

4. Menganjurkan pada ibu untuk mobilisasi bertahap sedini mungkin yaitu dengan cara miring kanan/kiri, kemudian duduk, berdiri dan berjalan-jalan
5. Mengajari ibu untuk memassase fundus uteri agar kontraksi baik dengan cara memutar secara sirkulerdengan menggunakan 4 jari sampai fundus teraba keras
6. Memberikan KIE pada ibu tentang personal hygiene yaitu mengajari ibu cara cebok yang benar dari arah depan ke belakang, ganti softek sesering mungkin
7. Memberikan obat kepada pasien sesuai dengan dosis yang dibutuhkan
 Antibiotik : Amoxilin 500 mg 3 x 1 (per oral)
 Antipirektik : Paracetamol 3 x 1 (per oral)
8. Menjelaskan tanda-tanda bahaya masa nifas pada ibu sehingga ibu dan keluarga dapat mencari pertolongan segera bila ditemui tanda-tanda bahaya yaitu :
 Demam
 Perdarahan aktif
 Bekuan darah yang banyak
 Bau dari vagina
 Pusing
 Lemas luar biasa
 Sulit menyusui
 Nyeri panggul atau abdomen yang lebih dari kram uterus biasa

VII. EVALUASI
Tanggal : 10 Juni 2007 Jam : 23.50 WIB
Dx : Ny ”S” usia 37 tahun P2002Ab000 2 jam postpartum
S : Ibu mengatakan mengerti dengan penjelasan yang diberikan dan akan melaksanakan anjuran yang diberikan
O : - Keadaan umum baik
- Ibu dapat mengulangi penjelasan petugas
- Pada 15 menit 1 jam pertama TTV dalam batas normal, TFU sesuai hari nifas, kontraksi uterus baik, kandung kemih kosong, perdarahan 60 cc
- Pada 30 menit 1 jam kedua TTV dalam batas normal, TFU sesuai hari nifas, kontraksi uterus baik, kandung kemih kosong, perdarahan 40 cc
- Pada pemeiksaan fisik tidak ada kelainan pada ibu
- Tidak terjadi komplikasi pada Ibu
- Obat telah diberikan
A : Ny ”S” usia 37 tahun P2002Ab000 2 jam pospartum masalah teratasi sebagian
P : - KIE tentang perawatan bayi sehari-hari
- KIE tentang perawatan payudara
- KIE tentang cara menyusui yang benar
- Anjurkan pada ibu untuk menghabiskan obat yang telah diberikan
- Anjurkan untuk control 1 minggu lagi atau bila ada keluhan



















BAB IV
PEMBAHASAN

Pembahasan merupakan bagian dari studi kasus yang membahas kesenjangan dan kesamaan yang ditemukan antara tinjauan teori dengan tinjauan kasus. Dalam pengkajian 2 jam post partum yang dilakukan tanggal 10 Juni 2007, tidak banyak ditemukan kesenjangan, diantaranya :
 Menurut teori dikatakan bahwa observasi 2 jam post partum dilakukan tiap 15 menit pada satu jam pertama dan tiap 30 menit pada satu jam kedua. Dalam kasus ini tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus
 Menurut teori dikatakan bahwa penggunaan bebat perut segera pada masa nifas (2-4 jam pertama) membuat sulit petugas kesehatan untuk menilai tonus dan posisi uterus. Ini merupakan kebiasaan yang tidak bermanfaat bahkan dapat membahayakan. Pada kasus ibu nifas pada jam pertama dibebat sekencang mungkin. Jadi pada kasus ini terdapat kesenjangan antara teori dan kasus
 Menurut Rustam Mochtar, TFU setelah uri lahir adalah 2 jari bawah pusat. Dalam kasus ini tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus, yaitu pada hari pertama TFU ibu 2 jari bawah pusat
 Menurut Rustam Mochtar lochea rubra terjadi pada 1-2 hari postpartum, warna merah berisi darah segar dan sisa-sisa selaput ketuban dan lain-lain. Dalam kasus ini tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus yaitu lochea yang dikeluarkan ibu pada hari pertama adalah berwarna merah
 Menurut teori pada data obyektif dilakukan pemeriksaan penunjang Hb untuk melihat apakah ibu anemia atau tidak, tetapi pada kasus hal ini tidak dilakukan karena keterbatasan alat dan sarana yang ada. Sehingga terdapat kesenjangan antara teori dan kasus



BAB V
PENUTUP

Kesimpulan
Masa nifas adalah masa pulih kembali mulai dari persalinan selesai sampai alat-alat kandnungan kembali seperti pra hamil. Lama masa nifas adalah 6-8 minggu. Perawatan dalam masa nifas terdiri dari pengawasan keadaan umum, keadaan uterus, perdarahan, keadaan lochea, mobilisasi, keadaan perineum, keadaan payudara, keadaan miksi dan defekasi, istirahat, makanan, keluhan penderita. Dari pengawasan tersebut dapat diketahui bagaimana keadaan ibu nifas tersebut.
Dengan dilakukannya pengawasan nifas dapat mencegah terjadinya komplikasi-komplikasi yang terjadi dalam masa nifas seperti putting susu lecet, payudara bengkak, mastitis, abses payudara dan perdarahan sekunder.

Saran
1. Untuk Petugas Kesehatan
Bagi petugas kesehatan hendaknya memberikan asuhan kebidanan pada Ibu hamil yang optimal baik pada intervensi maupun pada implementasi. Terlebih dalam menentukan diagnosa dan masalah sehingga kita dapat memahami kebutuhan segera dan dapat segera memberikan penanganan secara tepat khususnya pada pasien postpartum.
2. Untuk Masyarakat
Hendaknya masyarakat lebih memperhatikan kebutuhan dasar yang dibutuhkan nifas, misalnya tidak memaksa ibu nifas berpantang makanan, karena hal itu merugikan ibu nifas.
3. Mahasiswa Kebidanan
Hendaknya mahasiswa belajar ilmu penegtahuan sebanyak-banyaknya khususnya dalam bidang Asuhan Kebidanan agar dapat menerapkan teori dalam praktek klinik di masyarakat. Selain itu mahasiswa dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan pada masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA


Farrer, Helen.1999.Perawatan Maternitas. Jakarta : FKUI
Ibrahim, S.Cristina.1996.Perawatan Kebidanan (Perawatan Nifas) Jilid 3.Jakarta : Bheratana
Manuaba, Ida Bagus.1998.Ilmu Kebidanan, Kandungan Dan Keluarga Berencana. Jakarta : EGC
Mocthar, Rustam.1998.Sinopsis Obstetric Jilid I. Jakarta : EGC
Prawirohardjo, Sarwono.2002.Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.Jakarta : YBPSP
Prawirohardjo, Sarwono.2002.Ilmu Kebidanan.Jakarta : YBPSP


0 komentar:

Post a Comment

Mau?

afferinte.com

MERAIH RUPIAH KLIK INI

Join in Here